BerandaBerandaNTB Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Dorong Budaya Siaga di Tengah Masyarakat

NTB Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Dorong Budaya Siaga di Tengah Masyarakat

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang jatuh pada 26 April dengan menggelar kegiatan sosialisasi di kawasan car free day, Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (26/4/2026).

HKB yang diperingati setiap tahun ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi risiko bencana. Peringatan tersebut diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2017, bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi seperti NTB.

Ia membandingkan peristiwa tsunami di Jepang pada 2011 dengan tsunami Aceh pada 2004. Menurut dia, meskipun Jepang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, jumlah korban relatif lebih sedikit dibandingkan Aceh.

“Di Jepang, kesiapsiagaan masyarakat sudah terbentuk sejak dini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa rutin melakukan simulasi kebencanaan. Itu yang membuat mereka lebih siap saat bencana terjadi,” ujarnya.

Sebaliknya, ia menilai kesiapsiagaan di Indonesia, termasuk NTB, masih perlu ditingkatkan karena sistem dan budaya simulasi belum terbentuk secara optimal.

“Kesiapsiagaan kita masih kurang. Simulasi belum menjadi kebiasaan. Padahal semua orang harus menjadi bagian dari proses untuk siap siaga menghadapi bencana,” katanya.

Iqbal menambahkan, NTB memiliki beragam potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, kebakaran, hingga letusan gunung berapi. Oleh karena itu, upaya membangun budaya siaga menjadi sangat penting.

“Jalan keselamatan adalah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan kegiatan HKB dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pentingnya kesiapsiagaan kepada masyarakat luas.

“Bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD. Semua masyarakat harus paham dan siap,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan digelar di kawasan car free day agar menjangkau lebih banyak warga. Selain sosialisasi, BPBD juga rutin menggelar simulasi kebencanaan setiap tahun untuk meminimalkan jumlah korban saat terjadi bencana.

Menurut Sadimin, potensi bencana di NTB cukup beragam, antara lain gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem seperti banjir dan longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana,” ujarnya.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI