Praya (globalfmlombok.com) –
Kejuaraan nasional (Kejurnas) balap motor sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) musim balap 2026 resmi dimulai, Sabtu (25/4/2026) di Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika. Di tempat ini digelar seluruh dari lima seri balapan yang akan berlangsung tahun ini. Untuk seri pembuka, total ada 102 pembalap yang turun di enam kelas berbeda.
Untuk kategori Kejurnas kelas Indonesia Junior Talent Cup – sebelumya Junior Sport 150 U-15, menjadi kelas yang paling banyak diikuti yakni 31 pembalap. Kemudian kelas Nasional Sport (NS) 250cc diikuti 27 pembalap, kelas NS 150cc, 16 pembalap dan kelas tertinggi NS 600cc diikuti lima pembalap. Sehingga untuk kategori Kejurnas total ada 79 pembalap yang ambil bagian.
Sedangkan untuk kategori Supporting Class total diikuti 23 pembalap. Masing-masing 11 pembalap di kelas Underbone 150cc serta Junior Sport 250 U-18, 12 pembalap.
“Kelas Junior Sport 250 U-18 sendiri merupakan kelas baru yang dipertandingkan di ajang MRS tahun ini. Diperuntukan bagi pembalap junior berusia 13 -18 tahun. Sebagai kelas persiapan sebelum mereka naik ke kelas profesional,” ungkap CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra, dalam keteranganya seperti dikutip dari suarantb.com.
Kehadiran kelas baru untuk pembalap junior tersebut sebagai penegasan kehadiran ajang MRS yang tidak hanya menjadi ajang balap bagi pembalap professional saja. Tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi talenta muda dilintasan, sebelum menjajal ajang balapan internasional.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria menambahkan, tahun ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan MRS di Sirkuit Internasional Mandalika. Sejak mulai dirintis tahun 2023, MRS terus memperlihatkan hasilnya positif. Ditandai dengan prestasi para pembalap Indonesia di ajang balap internasional yang sebelumnya berlaga di MRS.
“Kejurnas MRS telah menjadi kompetisi bergengsi balap motor nasional. Keikutsertaan pembalap Indonesia di tingkat internasional termasuk beberapa prestasi yang diraih, lahir dari lintasan Sirkuit Mandalika dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, ajang MRS tahun ini dirancang agar kualitasa penyelenggaraannya dari berbagai aspek bisa meningkat. Mulai dari aspek kemasan event hingga konsep kompetisinya. Agar mengikuti pola penjenjangan yang sistematis dalam upaya mencetak prestasi pembalap Indonesia yang mendunia.
Satu hal yang menjadi perhatian pihaknya yakni soal pembinaan usia muda. Ajang MRS diharapkan terus melahirkan bakat-bakat baru potensial yang siap tampil dan kompetitif di tingkat lebih tinggi. Kehadiran kelas Indonesia Junior Talent Cup yang merupakan nama baru untuk kelas Junior Sport 150 U-1 5serta kelas baru Junior Sport 250 U-18 adalah bukti komitmen pihaknya untuk menjadikan ajang MRS sebagai kawah candradimuka pembinaan pembalap-pembalap potensial masa depan Indonesia. (kir)


