Mataram (globalfmlombok.com)
Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan langkah strategis dengan menggelar business matching ke Taiwan pada 21 April 2026. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan penempatan serta perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Ketua Apjati NTB, H Edy Sofyan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kerja sama langsung dengan pihak agen dan pemberi kerja di negara tujuan.
“Bulan April ini kami melakukan business matching ke Taiwan, kemudian rencana berikutnya pada Juni akan ke Turki,” ujar Edy Sofyan saat dihubungi dari Mataram, Rabu 22 April 2026.
Presiden Direktur PT Cipta Rezeki Utama ini menjelaskan, terdapat sejumlah target utama yang ingin dicapai dalam penjajakan kerja sama tersebut. Di antaranya adalah meminimalkan biaya yang harus ditanggung PMI, memangkas rantai birokrasi sejak proses rekrutmen hingga keberangkatan, serta meningkatkan perlindungan bagi PMI di negara penempatan.
Selain itu, Apjati juga menekankan pentingnya tanggung jawab Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai kebutuhan.
“P3MI harus merekrut PMI berdasarkan keterampilan yang dibutuhkan oleh agen atau pemberi kerja di negara penempatan,” kata Edy.
Lebih jauh, Apjati NTB menargetkan perubahan signifikan dalam skema keberangkatan PMI ke Taiwan. Mulai 2027, PMI asal NTB diharapkan dapat diberangkatkan langsung dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Taiwan tanpa harus melalui daerah lain.
Selama ini, PMI umumnya harus menjalani proses penampungan dan pelatihan di luar daerah sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Skema baru ini diharapkan dapat memangkas biaya, menyederhanakan birokrasi, sekaligus meningkatkan perlindungan dan kemudahan bagi PMI.
“Ke depan kami ingin PMI bisa berangkat langsung dari Lombok, sehingga lebih efisien dan aman,” ujarnya.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola penempatan PMI yang lebih efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan pekerja.(ris)


