Mataram (globalfmlombok.com) –
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB tengah menyiapkan skema pembayaran gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu melalui anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Skema ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran (SE) Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026, yang mengacu pada Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 mengenai ASN Paruh Waktu.
Dalam SE tersebut pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen memberikan lampu hijau bagi daerah untuk memanfaatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk menambah besaran gaji guru PPPK Paruh Waktu.
Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan dan Tenaga Keolahragaan (GTKTK) Dikpora Muazzam mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan proses skema relaksasi melalui anggaran BOSP tersebut.
“Ini kita sedang memproses relaksasi. Ada edaran kementerian tentang relaksasi dana BOS. Sehingga nanti ke depannya bisa jadi membolehkan kembali untuk dibayarkan kekurangannya (gaji guru PPPK) menggunakan dana BOS,” ujarnya, Senin (20/4) kepada Suara NTB.
Dikpora NTB telah membuat surat edaran lanjutan kepada sekolah untuk menyiapkan sejumlah persyaratan berupa data sekolah. Seperti, NISN, nama sekolah, alokasi dana BOS yang diperoleh, dan persentase penggunaan dana BOS selama ini.
Setelah data tersebut terkumpul, langkah selanjutnya adalah penginputan ke sistem yang telah disediakan.
“Kami sudah mengedarkan suratnya (SE), dan sekolah juga sudah menginput data,” tutur Muazzam.
Setelah penginputan rampung, Dikpora NTB akan membuat surat ke Gubernur untuk dianalisis kembali sekaligus meminta persetujuan untuk permohonan relaksasi ke Kemendikdasmen.
Adapun tambahan kisaran gaji yang akan diterima guru PPPK Paruh Waktu melalui skema BOSP ini belum bisa dipastikan. Muazzam menyebut, penetapan jumlah tambahan gaji nanti disesuaikan dengan kemampuan sekolah serta mengacu pada Juknis dan Juklak penggunaan dana BOSP.
“Disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Karena yang akan membayar kan sekolah dari persentase yang ada,” kata Plt. Kabid SMA itu.
Muazzam meminta para guru bersabar dengan kondisi saat ini. Ia memastikan, Dikpora NTB terus berupaya untuk memperjuangkan hak guru dengan maksimal.
“Saya minta kepada teman-teman untuk bersabar dulu. Insyaallah kita sedang berupaya dan mengusahakan yang terbaik untuk kita bersama,” pungkasnya. (sib)


