Giri Menang (globalfmlombok.com)
Kondisi jalan menuju Dusun Serero, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga kini masih rusak parah. Akses yang buruk selama puluhan tahun membuat aktivitas warga terhambat, termasuk saat membutuhkan layanan kesehatan.
Warga di dua dusun, yakni Serero Timur dan Serero Barat, bahkan harus menggotong pasien yang sakit maupun ibu hamil menuju fasilitas kesehatan. Jalan sepanjang sekitar 5 kilometer dari akses jalan beraspal sebagian besar masih berupa tanah dan menjadi berlumpur saat hujan.
Kepala Dusun Serero Timur, Nurhat, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sejak lama tanpa penanganan berarti. “Sejak saya kecil sampai sekarang sudah berkeluarga, jalan ini belum juga dibangun,” ujarnya.
Menurut dia, akses jalan yang rusak berdampak pada berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga layanan kesehatan. Dalam kondisi darurat, seperti warga sakit atau ibu melahirkan, proses evakuasi menjadi sangat berisiko, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.
“Kalau malam hari dan hujan, warga harus menggotong sampai ke titik yang bisa dilalui kendaraan,” katanya.
Dusun Serero Timur dan Serero Barat berada di wilayah perbukitan dengan jumlah penduduk sekitar 600 jiwa. Mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan, dengan komoditas seperti tembakau dan kelapa.
Namun, potensi ekonomi tersebut belum berkembang optimal karena terkendala akses transportasi. Distribusi hasil panen menjadi sulit dan biaya angkut meningkat karena kendaraan enggan melintas di jalan rusak.
Kepala Dusun Serero Barat, Fathur, menilai kondisi jalan menjadi faktor utama yang menyebabkan wilayahnya tertinggal. “Jalan ini sangat vital. Karena akses sulit, kami jadi tertinggal,” ujarnya.
Selama ini, warga bersama pemerintah desa dan sejumlah pihak telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya, terutama saat kondisi jalan nyaris terputus akibat hujan. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi kerusakan yang ada.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pembangunan jalan secara permanen agar akses terhadap layanan dasar, seperti kesehatan dan pendidikan, serta aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik. Dengan perbaikan infrastruktur tersebut, mereka meyakini kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan ketertinggalan wilayah dapat teratasi.(her)


