BerandaBerandaMensos Dorong Pemberdayaan untuk Tekan Kemiskinan, Gandeng Unram dan Dunia Usaha

Mensos Dorong Pemberdayaan untuk Tekan Kemiskinan, Gandeng Unram dan Dunia Usaha

Mataram (globalfmlombok.com) —

Kementerian Sosial menegaskan pentingnya pendekatan pemberdayaan dalam upaya menekan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Auditorium Yusuf Abubakar, Universitas Mataram, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Rektor Unram prof Sukardi, civitas akademika dan segenap mahasiswa. Dalam agenda itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial, Universitas Mataram, dan PT Sanindo Pangan Rinjani. MoU dalam rangka pelaksanaan pemberdayaan sosial dalam rangka kemandirian ekonomi.

Selain itu, Menteri Sosial dalam kesempatan tersebut menyerahkan secara simbolis bibit porang kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas lokal.

Saifullah Yusuf menegaskan, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam melawan kemiskinan. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program yang dijalankan memiliki dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin kemiskinan menurun melalui upaya mengurangi beban masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta mencegah transmisi kemiskinan antargenerasi,” ujar Gus Ipul, sapaannya.

Ia menambahkan, Kementerian Sosial kini mendorong langkah yang lebih konkret dalam menindaklanjuti penerima manfaat, tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui program yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.

Dalam konteks tersebut, pendidikan dinilai menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan. Pendampingan berkelanjutan juga disebut sebagai faktor krusial agar program pemberdayaan dapat berjalan efektif.

Rektor Universitas Mataram Sukardi menyampaikan, pihaknya telah meluncurkan program “Profesor Berdampak” untuk mendorong para guru besar terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

“Melalui riset kolaboratif lintas disiplin, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi UMKM dan masyarakat pedesaan, sehingga memberikan dampak terukur terhadap kesejahteraan,” kata Sukardi.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program dan pendampingan terhadap setiap produk hasil pemberdayaan agar dapat berkembang dan memberikan nilai tambah ekonomi.

Salah satu contoh implementasi program tersebut ditunjukkan oleh Prof. Suwardji yang mengembangkan budidaya tanaman porang di sejumlah wilayah di NTB. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah menilai, pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi dengan riset dan dukungan dunia usaha menjadi strategi yang lebih efektif dibandingkan bantuan instan, seperti pemberian uang tunai, yang cenderung tidak berkelanjutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI