Praya (globalfmlombok.com) – Meski tidak lagi menjadi tuan rumah ajang Asia Road Race Championship (ARRC) mulai 2026, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) tetap ambil bagian dalam kejuaraan balap bergengsi tersebut dengan mengirim dua wakilnya ke jajaran ofisial internasional.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menyampaikan bahwa dua perwakilan tersebut adalah Eddy Saputra dan Awallutfi Andhika Putra. Keduanya dipercaya mengemban peran penting dalam penyelenggaraan ARRC 2026.
Eddy Saputra ditunjuk oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) sebagai Race Director permanen, sementara Awallutfi Andhika Putra dipercaya sebagai International Jury Member.
“Keduanya sudah mulai bertugas di ARRC seri Malaysia,” ujar Priandhi, Selasa (14/4/2026).
Penunjukan tersebut dinilai tidak sekadar pencapaian individu, tetapi juga menjadi pengakuan atas kualitas sumber daya manusia Indonesia di level internasional, khususnya dalam pengelolaan balap motor.
Sebagai Race Director, Eddy Saputra memegang kendali utama jalannya perlombaan dari ruang race control. Ia bertanggung jawab menentukan berbagai keputusan krusial, mulai dari memulai, menghentikan, hingga melanjutkan balapan, termasuk pemberian sanksi kepada peserta.
Peran tersebut menuntut ketegasan, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi dinamis di lintasan. Selain itu, Race Director juga harus berkoordinasi dengan berbagai perangkat balap seperti marshal, steward, hingga Clerk of the Course.
“Eddy Saputra merupakan pemegang Super Licence FIM dan dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin balapan di level Asia,” kata Priandhi.
Sementara itu, Awallutfi Andhika Putra sebagai International Jury Member memiliki tanggung jawab dalam aspek yudisial balapan. Ia berperan sebagai pengawas sekaligus pengambil keputusan tertinggi dalam hal yang berkaitan dengan regulasi dan sengketa di lintasan.
Penunjukan Awallutfi juga sejalan dengan kebijakan FIM yang mendorong kehadiran figur muda dalam struktur jury, guna menghadirkan perspektif baru dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme.
Priandhi menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada kedua wakil MGPA tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan tenaga profesional yang kompeten dan berintegritas dalam menjaga standar balap internasional.
“Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tentang kepercayaan dan profesionalisme. Indonesia mampu berkontribusi dalam menjaga kualitas balap sesuai regulasi FIM,” pungkasnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” MGPA Kirim Dua Wakilnya di Ajang ARRC 2026 “


