BerandaBerandaTak Ada Toleransi Kekerasan Seksual di Sekolah, Wamen Dikdasmen Tekankan Lingkungan Aman

Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual di Sekolah, Wamen Dikdasmen Tekankan Lingkungan Aman

Mataram (globalfmlombok.com) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik kekerasan seksual maupun perundungan di lingkungan sekolah. Penegasan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan sehat bagi peserta didik.

Pernyataan itu disampaikan Fajar saat melakukan kunjungan ke SMP Negeri 6 Mataram, Selasa (14/4/2026). Ia menekankan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan regulasi untuk memperkuat perlindungan di lingkungan pendidikan.

“Aturan tersebut tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dunia pendidikan saat ini adalah memastikan seluruh satuan pendidikan terbebas dari praktik kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual. Ia menegaskan, segala bentuk pelecehan dan perundungan tidak bisa ditoleransi, terlebih jika sampai menimbulkan korban jiwa.

Fajar juga mengaku prihatin atas masih maraknya kasus kekerasan seksual dan perundungan yang terjadi di sekolah. Untuk itu, ia mendorong penguatan komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua sebagai langkah preventif.

Ia menilai, banyak kasus yang muncul dipicu oleh kurangnya komunikasi yang efektif antara keluarga dan pihak sekolah, sehingga berujung pada kesalahpahaman.

“Sering kali terjadi guru dilaporkan atau murid mengalami kekerasan karena komunikasi yang tidak berjalan baik antara keluarga dan sekolah,” jelasnya.

Ia pun mengimbau agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah dapat diselesaikan secara internal melalui mekanisme yang ada, seperti komite sekolah, tanpa harus langsung dibawa ke ranah hukum.

“Persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi antara orang tua dan sekolah, bukan langsung ke aparat penegak hukum,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap upaya pencegahan kekerasan dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan antara sekolah dan keluarga. Hal ini dinilai penting sebagai bagian dari implementasi kebijakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

“Di satu sisi kita ingin menekan dan menghilangkan perundungan serta kekerasan seksual, di sisi lain kita juga mendorong komunikasi yang lebih intens antara keluarga dan sekolah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tak Ada Toleransi terhadap Kekerasan Seksual di Sekolah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI