Mataram (globalfmlombok.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan pos pengamanan di lima titik yang dinilai rawan dalam jalur distribusi ternak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pengiriman sekaligus menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
Adapun lima titik pengamanan tersebut meliputi wilayah Kabupaten Bima, perbatasan Bima–Dompu, kawasan Labuhan Badas, serta dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Pototano di Sumbawa dan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhamad Riadi, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi peningkatan lalu lintas ternak menjelang Idul Adha melalui penguatan pengawasan di lapangan, termasuk pembentukan posko terpadu.
“Pembahasan dalam rapat koordinasi ini disepakati skema pengawasan melalui pembentukan pos pantau di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran distribusi sekaligus menjaga kesehatan dan kelayakan hewan kurban,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Selain kelancaran distribusi, aspek kesehatan ternak juga menjadi perhatian utama pemerintah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum ternak diperdagangkan, disertai pengawasan lalu lintas ternak serta kesiapan petugas di lapangan untuk menjamin keamanan hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.
Pada tahun ini, Pemprov NTB menargetkan pengiriman sebanyak 30 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jabodetabek. Ribuan sapi tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumbawa dan didistribusikan melalui jalur darat maupun laut.
“Jadi, 30.000 ekor sapi kurban yang akan dikirim ke Jabodetabek. Itu khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha saja,” katanya.
Distribusi sapi kurban sendiri telah mulai dilakukan oleh pelaku usaha peternakan menggunakan truk tronton dengan rute darat Bima–Lombok–Surabaya. Untuk menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan, terutama di Pelabuhan Pototano dan Pelabuhan Gili Mas, Disnakkeswan NTB menerapkan sistem pengaturan jadwal pengiriman.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman mendekati hari puncak Idul Adha. “Yang kita khawatirkan nanti pas menjelang Idul Adha, jangan sampai pengiriman bergerak bersamaan dan menumpuk di pelabuhan. Itu yang kita antisipasi dengan pengaturan jadwal,” jelasnya.
Selain jalur darat, pengiriman juga dilakukan melalui jalur laut, khususnya untuk ternak dari wilayah Bima dan Dompu. Pemerintah mengoperasikan kapal ternak Cemara Nusantara dengan rute Bima–Tanjung Priok yang mampu mengangkut sekitar 500 ekor sapi dalam sekali perjalanan.
Dalam sepekan, kapal tersebut dapat berlayar hingga tiga kali dengan total kapasitas sekitar 1.500 ekor sapi. Melihat tingginya kebutuhan distribusi, Disnakkeswan NTB mengusulkan peningkatan frekuensi pelayaran menjadi lima hingga enam kali per minggu dengan tambahan rute Bima–Surabaya, sehingga kapasitas angkut dapat mencapai 3.000 ekor sapi per minggu. (era)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pengiriman Ternak ke Luar NTB, Pemprov NTB Siapkan Pos Pengamanan “


