BerandaBerandaSampah 10 Ribu Ton Menumpuk di TPS Sandubaya, DLH Terkendala Armada

Sampah 10 Ribu Ton Menumpuk di TPS Sandubaya, DLH Terkendala Armada

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mencatat volume sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya menumpuk hingga lebih dari 10 ribu ton. Kondisi ini memicu bau menyengat yang tercium hingga ke badan jalan dan permukiman warga sekitar.

Sementara itu, TPS Bintaro sebelumnya juga mengalami kondisi serupa, meski saat ini mulai berangsur tertangani.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengakui pihaknya masih kewalahan mengangkut sampah dari TPS menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Lombok Barat. Keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam percepatan penanganan.

“Sejak TPA Kebon Kongok kembali normal, kami fokus membersihkan TPS Bintaro terlebih dahulu. Saat ini sisa sampah di sana tinggal sekitar seperempat. Setelah itu rampung, kami akan beralih menangani TPS Sandubaya,” ujarnya, pekan lalu.

Ia menjelaskan, dari total 34 unit dump truk yang dimiliki, delapan unit masih dalam perbaikan sehingga hanya 26 unit yang dapat dioperasikan. Jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk menangani volume sampah yang terus meningkat.

“Idealnya kami membutuhkan sekitar 50 unit armada agar penanganan sampah bisa lebih optimal,” jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, DLH juga mengupayakan tambahan armada melalui dukungan berbagai pihak, salah satunya dengan mengajukan bantuan kendaraan operasional kepada Bank NTB Syariah.

Nizar menyebutkan, penanganan sampah di TPS Sandubaya akan dilakukan secara bertahap setelah proses normalisasi di TPS Bintaro selesai. Meski terjadi penumpukan, layanan pembuangan sampah bagi masyarakat dipastikan tetap berjalan.

DLH menerapkan sistem TPS mobile atau angkut buang untuk mencegah penumpukan baru. Dalam skema ini, sampah yang diangkut menggunakan kendaraan roda tiga dari lingkungan tidak lagi dibuang ke dalam TPS, melainkan langsung dipindahkan ke dump truk untuk selanjutnya diangkut ke TPA.

“Sekarang roda tiga tidak lagi membuang ke dalam TPS, tetapi langsung dipindahkan ke dump truk. Ini untuk mencegah penumpukan kembali,” tegasnya.

Selain di TPS Sandubaya, sistem serupa juga diterapkan di TPS Lawata. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengingat lokasi TPS berada di kawasan permukiman padat, pusat aktivitas ekonomi, serta fasilitas pendidikan.

DLH berharap berbagai upaya tersebut dapat mempercepat penanganan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” DLH Mataram Terkendala Armada, Sampah Menumpuk Capai 10 Ribu Ton di TPS Sandubaya “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI