BerandaBeranda30 Persen Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati

30 Persen Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati

Mataram (globalfmlombok.com) – Kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Gita Nada, Sekotong, Lombok Barat, ditemukan memprihatinkan. Sekitar 30 persen area terumbu karang dilaporkan dalam kondisi mati berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesian Blue Foundation (IBF) atau Terumbu Indonesia Biru.

Hasil survei tersebut mengungkapkan empat titik dengan kondisi paling mengkhawatirkan, yakni Gili Genting, Gili Nanggu, Taket Dalem, dan Gili Asahan. Di lokasi tersebut, rata-rata lebih dari 30 persen terumbu karang ditemukan dalam kondisi mati atau berubah menjadi rubble (pecahan karang).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Muslim, meminta pihak yayasan segera mengurus perizinan sebelum melakukan intervensi di kawasan tersebut.

“Khususnya izin pemanfaatan kawasan konservasi kepada pengelola kawasan, dalam hal ini UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok. Hal ini sangat penting mengingat lokasi yang direncanakan sebagai zona restorasi berada di dalam kawasan konservasi,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penanganan perlu segera dilakukan melalui program restorasi dan transplantasi karang guna memulihkan ekosistem sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata bahari di kawasan Sekotong.

Selain itu, IBF juga berkomitmen memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku wisata, seperti boatman dan pemandu wisata. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan sekaligus mengedukasi mereka agar dapat mengarahkan pengunjung ke lokasi yang aman tanpa merusak ekosistem terumbu karang.

Muslim menyampaikan apresiasi atas inisiatif IBF dalam mendorong pemulihan ekosistem pesisir. Ia berharap program restorasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Tak hanya di Sekotong, kondisi terumbu karang di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang dikenal sebagai Gili Tramena juga menjadi perhatian. Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB melaporkan dugaan kerusakan ekosistem terumbu karang di kawasan tersebut ke Jaksa Agung. Kerusakan diduga dipicu aktivitas yang tidak berkelanjutan serta lemahnya pengawasan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 30 Persen Area Terumbu Karang di Sekotong Ditemukan Mati  “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI