Mataram (globalfmlombok.com) – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung dalam waktu berdekatan menjadi perhatian pemerintah daerah. Momentum ini dinilai penting untuk memastikan kekhusyukan dan kenyamanan umat yang merayakan kedua hari besar keagamaan tersebut.
Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk terus menjaga suasana toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati menjelang perayaan dua hari besar keagamaan tersebut.
Pesan itu disampaikan melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik di Mataram, Minggu (15/3).
“Di NTB kita sudah sangat terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan sekadar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, momentum beririsan antara Nyepi dan Idulfitri ini justru harus menjadi contoh bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan saling menghormati,” ujarnya menyampaikan pesan gubernur.
Ia menegaskan, masyarakat NTB sejak lama hidup dalam tradisi toleransi yang kuat dan saling menghargai pelaksanaan ajaran serta ritual agama masing-masing. Pemerintah Provinsi NTB juga menegaskan tidak ada larangan bagi pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dalam rangka Nyepi maupun pawai takbiran menjelang Idulfitri.
Seluruh kegiatan keagamaan tersebut tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama di tingkat masyarakat.
Di Kota Mataram, pemerintah kota bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah beberapa kali melakukan pertemuan koordinasi untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik.
Beberapa kesepakatan yang dicapai antara lain terkait tata tertib pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, pengaturan rute kegiatan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengawalan oleh aparat keamanan.
Pengamanan juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa sejak peserta mulai bergerak dari lingkungan masing-masing hingga kegiatan selesai.
Koordinasi serupa dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB, termasuk di wilayah Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa, serta sejumlah kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.
Menurut Ahsanul Khalik, gubernur menilai masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama dengan saling memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah masing-masing.
Umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian. Sebaliknya, umat Hindu juga memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan malam takbiran dan salat Idulfitri yang menjadi bagian dari perayaan Idulfitri umat Islam.
“Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama ini merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” katanya.
Gubernur juga mengimbau seluruh elemen masyarakat turut menjaga suasana kondusif selama berlangsungnya rangkaian perayaan keagamaan tersebut. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa dan kelurahan, serta kepala lingkungan dinilai sangat penting dalam menjaga suasana yang teduh dan damai di tengah masyarakat.
Selain itu, generasi muda diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kebersamaan agar setiap kegiatan keagamaan berlangsung aman dan tertib.
“Kita ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa masyarakat NTB hidup dalam kebersamaan, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan konflik karena perbedaan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTB juga terus melakukan komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Dukungan pengamanan disiapkan oleh aparat kepolisian dengan dukungan TNI serta pemerintah daerah guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Gubernur Iqbal juga dijadwalkan menghadiri pelepasan pawai ogoh-ogoh umat Hindu di Kota Mataram.
Pemprov NTB berharap momentum beririsan antara Nyepi dan Idulfitri ini semakin memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan masyarakat NTB serta menjadi contoh kehidupan beragama yang harmonis bagi daerah lain di Indonesia. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Nyepi dan Takbiran Beririsan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Jaga Toleransi “


