Praya (globalfmlombok.com) – Pergerakan penumpang pesawat udara selama arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) diprediksi meningkat sekitar 4,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
Meski kenaikannya tidak terlalu signifikan, pihak pengelola bandara tetap melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang. Salah satunya dengan membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 mulai Jumat (13/3/2026).
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026) mengatakan posko terpadu tersebut akan beroperasi hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat layanan bagi pengguna jasa angkutan udara di BIZAM selama musim Lebaran.
“Melalui posko terpadu kami akan memantau operasional bandara secara intensif,” ujarnya.
Selain itu, kehadiran posko terpadu juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran. Pengelolaan operasional bandara selama periode tersebut akan mengedepankan prinsip 3S + 1C, yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance, guna menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.
Aidhil menjelaskan, berbagai unsur terlibat dalam posko terpadu tersebut. Di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, pihak maskapai penerbangan, ground handling, hingga komunitas bandara lainnya.
Berdasarkan data operasional pada periode Lebaran tahun lalu, jumlah pergerakan pesawat di BIZAM tercatat mencapai 1.134 pergerakan. Sementara jumlah penumpang sebanyak 130.883 orang dengan pergerakan kargo mencapai 660 ton.
Untuk periode Lebaran tahun ini, pergerakan pesawat diproyeksikan meningkat sekitar 28,2 persen menjadi 1.454 pergerakan. Sedangkan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 136.255 orang atau naik 4,1 persen. Sementara pergerakan logistik diprediksi meningkat sekitar 6,4 persen menjadi 702 ton.
“Untuk puncak pergerakan penumpang saat arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 9.096 penumpang. Sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 atau tujuh hari setelah Lebaran dengan proyeksi sekitar 9.808 penumpang,” jelasnya.
Seluruh pemangku kepentingan yang terlibat telah berkomitmen memastikan rangkaian operasional angkutan udara selama periode Lebaran berjalan lancar, aman, dan tertib. Di saat yang sama, pelayanan kepada pengguna jasa diharapkan tetap optimal sehingga memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi masyarakat. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Arus Mudik Lebaran 2026, Pergerakan Penumpang di BIZAM Diprediksi Naik Tipis “


