Giri Menang (globalfmlombok.com) – Rencana pembangunan Pasar Modern Gerung di Kabupaten Lombok Barat mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, melakukan lobi langsung ke kementerian terkait.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tengah menyiapkan proses lelang dokumen perencanaan teknis rinci atau Detail Engineering Design (DED), sekaligus menyiapkan langkah relokasi pedagang pasar sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
Untuk pembangunan pasar modern tersebut, pemerintah daerah mengusulkan anggaran sekitar Rp221 miliar. Selain proyek pasar modern, Bupati juga mengusulkan pembangunan dua titik program Kampung Nelayan Merah Putih dengan nilai investasi puluhan miliar rupiah.
Bupati Lalu Ahmad Zaini yang dikonfirmasi Jumat (6/3/2026) mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang melakukan tender penyusunan DED pembangunan Pasar Modern Gerung.
“Pasar modern itu sudah keluar rekomendasi teknisnya dari Kementerian Perdagangan, tinggal dibangun saja. Begitu jadi DED-nya, serahkan ke PU untuk pembangunannya,” kata Zaini.
Ia juga menunjukkan surat rekomendasi dari Kementerian Perdagangan yang telah diterimanya. Surat yang ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum itu berisi persetujuan pembangunan kembali Pasar Gerung yang mengalami kerusakan agar sesuai dengan standar nasional.
Menurut Zaini, surat rekomendasi tersebut diterbitkan pada akhir Januari 2026. Dengan keluarnya rekomendasi teknis itu, proses pengusulan pembangunan pasar dinilai telah rampung dan kini tinggal menunggu realisasi pembangunan oleh pemerintah pusat.
“Bagi saya yang penting sudah dapat (pembangunan pasar modern), urusan kapan mulai pembangunan itu di pusat,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan pembangunan pasar dapat dimulai tahun ini. Pasalnya, kesiapan dari sisi perencanaan melalui penyusunan DED telah berjalan, termasuk proses tender sewa lahan untuk relokasi pedagang.
Selain Pasar Gerung, Pemkab Lombok Barat juga mengusulkan sejumlah pasar lain untuk penanganan melalui instruksi presiden (Inpres), di antaranya Pasar Gunungsari, Narmada, Sedau, dan Keru.
Di sektor kelautan, Pemkab Lombok Barat juga mengusulkan pembangunan dua lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu proses lanjutan dari pemerintah pusat sambil memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“InsyaAllah ada dua titik di Lombok Barat. Yang penting desa pesisir itu memiliki lahan minimal setengah hektare untuk kita usulkan,” ujar Zaini.
Ia menjelaskan, pengusulan program Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan melalui sistem daring yang terintegrasi dengan kementerian terkait. Karena itu, pemerintah daerah meminta desa-desa pesisir yang memiliki lahan mencukupi untuk segera memasukkan usulan melalui sistem tersebut.
“Usulannya memang melalui sistem online. Jadi desa pesisir yang punya lahan langsung kita minta masukkan ke sistem,” katanya.
Zaini menegaskan pemerintah daerah hanya menyiapkan berbagai persyaratan dan dokumen pendukung, sementara keputusan akhir terkait realisasi pembangunan tetap berada di tangan pemerintah pusat.
Sebagai informasi, nilai anggaran pembangunan satu Kampung Nelayan Merah Putih diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, seperti cold storage, bengkel nelayan, tempat pengolahan ikan, hingga fasilitas pendukung lainnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Bupati Lobar Berhasil Lobi Pembangunan Pasar Modern Gerung “


