BerandaBerandaJawab Tantangan Iklim dan Kemiskinan, Unram Jalankan Proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE

Jawab Tantangan Iklim dan Kemiskinan, Unram Jalankan Proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE

Mataram (globalfmlombok.com)–

Universitas Mataram (Unram) meluncurkan program Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE) ENHANCE di Gedung Rektorat Unram, Rabu (4/3/2026). Kegiatan dihadiri oleh civitas akademika Unram, Pemprov NTB, pihak swasta dan NGO.

ENHANCE adalah European–Indonesian Partnership for Strengthening Higher Education on Environmental and Sustainable Science in Indonesia. Merupakan program kerja sama internasional dalam skema Erasmus+ CBHE yang berfokus pada penguatan pendidikan tinggi bidang lingkungan dan sains keberlanjutan di Indonesia.

Peluncuran program dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unram dan TVRI serta RRI guna memperluas dukungan diseminasi program dan penguatan literasi publik.

Salah satu tim leader proyek, Prof. Dr. Markum, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengembangkan dan memperkuat pendidikan pascasarjana bidang lingkungan dan keberlanjutan melalui penguatan kapasitas institusi, inovasi kurikulum, serta pengembangan riset transdisipliner.

“Kolaborasi ini melibatkan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Markum.

Ia mengatakan, Proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE akan berlangsung selama tiga tahun, mulai Januari 2026 hingga Desember 2028, dengan total anggaran sebesar 108.225 euro atau sekitar Rp 2,11 miliar. Program ini dilaksanakan oleh empat universitas di Indonesia, termasuk Unram, serta tiga universitas di Eropa.

Jawaban atas Tantangan NTB

Guru besar Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Pascasarjana Unram ini menilai, pelaksanaan proyek ini relevan dengan kondisi NTB sebagai wilayah kepulauan kecil dengan daya dukung sumber daya alam terbatas dan tingkat kerentanan lingkungan serta sosial-ekonomi yang tinggi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi NTB antara lain degradasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS), konversi lahan besar-besaran, serta lemahnya mekanisme pemulihan ekosistem.

Di wilayah pesisir dan laut, tekanan terhadap mangrove, terumbu karang, perikanan, serta meningkatnya aktivitas pariwisata turut memperbesar risiko krisis ekologis dan mengancam keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

Selain itu, konsentrasi kemiskinan di daerah pedesaan dan pesisir, terbatasnya diversifikasi ekonomi hijau, serta ketergantungan tinggi pada ekstraksi sumber daya alam menjadi persoalan struktural yang perlu diatasi. NTB juga menghadapi kerentanan iklim berupa meningkatnya kekeringan, curah hujan ekstrem, kelangkaan air di lahan kering, erosi pantai, hingga kenaikan permukaan laut.

Tiga Pilar Utama

Menurut Markum, proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE dibangun di atas tiga pilar utama yaitu penguatan kapasitas kelembagaan pendidikan tinggi. Kemudian inovasi kurikulum dan metode pembelajaran berbasis keberlanjutan. Serta pengembangan riset transdisipliner yang terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pembangunan daerah.

Strategi implementasinya dijalankan melalui lima Work Package (WP) terintegrasi, meliputi manajemen dan koordinasi proyek, penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi kurikulum dan pembelajaran, pengembangan riset transdisipliner, serta diseminasi dan keberlanjutan.

“Pendekatan ini dirancang agar capaian program sistematis, terukur, dan berdampak jangka panjang,” katanya.

Sejalan dengan Program Pemprov NTB

Markum menambahkan, proyek Erasmus+ CBHE ENHANCE relevan dengan isu nasional dan daerah, termasuk mendorong terwujudnya konsep Kampus Berdampak, di mana pendidikan dan riset menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

Program ini juga mendorong pendekatan tata kelola lanskap dari hulu ke hilir yang adaptif terhadap kerentanan pulau kecil. Konsep tersebut menjadi salah satu penciri Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Pascasarjana Unram.

Lebih lanjut, proyek ini dinilai sejalan dengan program unggulan NTB Lestari Berkelanjutan serta mendukung agenda NTB Makmur Mendunia, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan wisata berkelas dunia.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI