Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram mencatat sebanyak 238 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram saat ini berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Israel, para PMI tersebut diminta segera melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) apabila terdampak situasi keamanan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, H. Miftahurrahman menerangkan, perkembangan agresi atau perang di kawasan tersebut dinilai berisiko bagi Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai PMI. Kendati demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kondisi PMI asal Kota Mataram dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
“Coba nanti kita koordinasikan dengan Pemprov NTB dan BP3MI untuk mendapatkan informasi kondisi tenaga kerja, khususnya yang berada di Timur Tengah,” jelasnya.
Berdasarkan data Disnaker Kota Mataram, dari total 238 PMI tersebut, sebanyak 199 orang bekerja di Arab Saudi, 33 orang di Uni Emirat Arab, empat orang di Kuwait dan dua orang di Bahrain.
Miftah meminta masyarakat yang memiliki anggota keluarga bekerja di kawasan Timur Tengah untuk proaktif memberikan informasi apabila terdampak situasi yang terjadi. Laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama BP3MI dan diteruskan ke KBRI di negara setempat.
“Kalau ada keluarga atau kerabat yang terkena dampak akibat memanasnya situasi di Timur Tengah, silakan segera memberikan informasi,” pintanya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram ini berharap konflik antara Iran dan Israel tidak berlangsung lama, sehingga kondisi keamanan di kawasan tersebut dapat kembali normal dan kondusif demi kepentingan semua pihak. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Terdampak Perang Iran-Israel, PMI Asal Kota Mataram Diminta Melapor “


