BerandaBerandaDinkes Mataram Siap Rekomendasikan Penutupan Dapur MBG Jika Dugaan Makanan Basi Terbukti...

Dinkes Mataram Siap Rekomendasikan Penutupan Dapur MBG Jika Dugaan Makanan Basi Terbukti Berulang

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Kesehatan Kota Mataram menanggapi dugaan ditemukannya paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi basi dan busuk di sejumlah sekolah. Paket tersebut diketahui disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menyikapi persoalan itu, Dinkes Kota Mataram berencana bertemu dengan Ombudsman NTB pada pekan depan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pengawasan. Jika terbukti terjadi pelanggaran berulang dalam penyediaan makanan tidak layak konsumsi, Dinkes siap merekomendasikan penutupan sementara dapur penyedia MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengintervensi program MBG karena program tersebut berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami sifatnya, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan mengawal dan menyukseskan program ini,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Dinkes berperan memfasilitasi dan memberikan pendampingan, mulai dari masukan teknis, pelatihan, hingga penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi kepala dapur SPPG. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pengawalan apabila ditemukan kasus dugaan keracunan atau makanan tidak layak konsumsi.

Terkait temuan paket MBG yang diduga basi dan busuk seperti buah apel, kurma berulat, hingga puding yang tidak layak konsumsi, Emirald menjelaskan persoalan tersebut lebih banyak terjadi pada makanan siap saji atau bahan kering, bukan pada makanan hasil proses pengolahan utama.

“Selama ini untuk makanan kategori hasil proses pengolahan tidak terjadi masalah. Justru yang ditemukan bermasalah adalah makanan siap saji atau kering seperti buah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, laporan yang diterima pihaknya tidak hanya tiga kasus yang sempat viral di media sosial. Beberapa laporan lain juga telah masuk dan dikoordinasikan secara internal.

Menurutnya, penurunan kualitas buah umumnya terjadi pada tahap pembelian dan penyortiran, sehingga menjadi perhatian serius dalam pengawasan ke depan. Sementara untuk puding yang ditemukan basi, kemungkinan terdapat bahan tertentu yang kualitasnya tidak terjaga sehingga memengaruhi hasil akhir produk.

“Itu perlu menjadi atensi dari pihak SPPG, terutama dalam pemilihan bahan, proses pengolahan, dan penyimpanan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Dinkes Kota Mataram dijadwalkan bertemu dengan Ombudsman NTB, satgas terkait, serta melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pada Senin (2/3/2026) guna membahas mekanisme pengawasan yang lebih optimal.

Dinkes juga menyatakan sikapnya sejalan dengan Dinas Pendidikan. Apabila terbukti terdapat pelanggaran berulang yang membahayakan peserta didik, pihaknya siap berkoordinasi dengan BGN untuk merekomendasikan penutupan sementara dapur penyedia MBG hingga standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi.

“Kalau memang terbukti dan berulang, kami siap membahas dengan BGN. Bahkan siap memberikan rekomendasi ditutup sementara sampai kualitasnya benar-benar terjamin,” pungkasnya. (*)

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dinkes Mataram Respons Dugaan MBG Basi, Siap Rekomendasikan Penutupan Dapur Jika Terbukti Berulang 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI