BerandaBerandaJembatan Darurat Tak Kunjung Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terpaksa...

Jembatan Darurat Tak Kunjung Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terpaksa Libur Sekolah

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Jembatan penghubung di Desa Sekotong Timur menuju Mareje, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yang putus diterjang arus sungai pada Minggu (22/2/2026) lalu, hingga kini belum dibangun kembali. Akibatnya, lima dusun terisolasi dan aktivitas warga terganggu. Anak-anak sekolah pun terpaksa libur karena tidak bisa menyeberang ke sekolah di seberang sungai.

Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan Hakim mengatakan, jembatan darurat belum bisa dibangun karena terkendala cuaca. Hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat warga belum berani memasang batang pohon kelapa sebagai jembatan sementara.

“Belum (dibangun) karena masih hujan, cuma sudah dikumpulkan pohon kelapa,” kata Marwan, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, material berupa batang kelapa sudah tersedia dan tinggal dipasang. Namun, kondisi cuaca yang belum bersahabat serta pertimbangan faktor keselamatan membuat pengerjaan ditunda.

“Kalau cuaca bagus dan tidak hujan, kami bersama warga akan langsung kerjakan. Penanganan darurat ini ditanggung BPBD,” ujarnya.

Sejak jembatan putus, akses utama warga di lima dusun terdampak belum bisa dilalui. Dusun tersebut antara lain Aik Mual, Aik Mual Utara, Menomang, dan Kambeng Timur. Warga yang hendak menuju Sekotong, Lembar, maupun Gerung terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan ekstrem.

Dampak paling terasa dialami para pelajar. Siswa SMP dan SMA tidak dapat berangkat ke sekolah karena derasnya arus sungai membahayakan jika dipaksakan menyeberang.

“Tidak ada yang bisa lewat anak-anak sekolah ini, terpaksa mereka tidak sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan kendala pembangunan jembatan darurat selain cuaca juga terkait ketersediaan material. Lebar bentangan sungai mencapai sekitar 10 meter, sehingga dibutuhkan batang pohon kelapa dengan panjang minimal 10 meter dan tidak boleh disambung.

“Kalau disambung rawan patah. Karena itu pohon kelapa paling tidak panjangnya 10 meter,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap cuaca segera membaik agar pemasangan jembatan darurat dapat dilakukan, sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar kembali normal. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jembatan Darurat Belum Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terisolasi Terpaksa Libur Sekolah 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI