Giri Menang (globalfmlombok.com) – Hasil lelang ratusan kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menembus Rp1,77 miliar atau dua kali lipat dari total nilai limit sebesar Rp882 juta. Tingginya animo masyarakat membuat sejumlah objek lelang melonjak drastis, bahkan ada yang terjual hingga 10 kali lipat dari harga taksiran awal.
Lelang dilaksanakan secara terbuka melalui KPKNL Mataram dengan mekanisme penawaran daring (e-auction). Jumlah peserta yang mengikuti proses lelang tercatat mencapai 1.220 orang, berasal dari Pulau Lombok maupun luar daerah.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan kebijakan lelang kendaraan dinas ini merupakan langkah strategis untuk mendorong efisiensi anggaran daerah. Menurutnya, kendaraan yang telah berusia tua cenderung membebani APBD karena biaya perawatan yang tinggi.
“Aset-aset ini jika didiamkan hanya akan menjadi besi tua dan membebani APBD melalui biaya perawatan. Hari ini, kita ubah menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita ingin setiap aset yang kita miliki dikelola secara produktif dan transparan,” ujarnya.
Ia menekankan, pelaksanaan lelang dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Seluruh proses berjalan berbasis sistem tanpa intervensi pihak manapun.
“Siapapun bisa ikut, cukup melalui sistem. Mau dekat dengan Sekda atau tidak, tidak ada pengaruhnya karena yang berproses adalah sistem. Yang menjadi ranah publik akan kita umumkan secara terbuka,” tegasnya.
Lelang dilakukan melalui portal lelang.go.id dengan mekanisme open bidding. Peserta dapat melakukan penawaran berulang dalam batas waktu yang telah ditentukan sehingga harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan harga pasar.
“Alhamdulillah, proses ini sangat menguntungkan bagi pemerintah daerah. Bayangkan, satu kendaraan yang limitnya Rp131 juta bisa terjual Rp246 juta. Ini peningkatannya luar biasa,” ungkapnya.
Bupati juga mengingatkan jajarannya agar pengelolaan aset kendaraan dinas ke depan dilakukan lebih profesional. Kendaraan yang beban operasionalnya tinggi namun masih layak pakai, menurutnya, sebaiknya segera dilelang sebelum kondisinya menurun.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Pelelang Ahli Muda KPKNL Mataram, Doni Ardiansyah, mengapresiasi tata kelola aset Pemkab Lobar. Ia menyebut tingginya partisipasi peserta menjadi bukti kepercayaan publik terhadap sistem lelang yang transparan.
“Proses yang kita lakukan sejak 11 Februari murni berbasis sistem. Tidak ada intervensi. Harga yang terbentuk hari ini adalah harga pasar yang paling optimal,” jelasnya.
Dari total 94 lot objek lelang yang terdiri atas mobil, sepeda motor, kapal, hingga scrap kendaraan, nilai limit sebesar Rp882.497.000 meningkat signifikan menjadi Rp1.776.619.000.
Salah satu objek yang paling diminati adalah sepeda motor Yamaha RX King. Dengan nilai limit Rp3.773.000, kendaraan tersebut laku terjual dengan penawaran tertinggi Rp31.173.000.
Setelah ditetapkan sebagai pemenang, peserta wajib melunasi pembayaran paling lambat lima hari kerja. Apabila tidak melunasi kewajiban, pengesahan sebagai pembeli akan dibatalkan dan uang jaminan disetorkan ke kas negara. Sebaliknya, peserta yang tidak menang akan menerima pengembalian jaminan secara penuh sesuai ketentuan.
KPKNL selanjutnya menerbitkan kuitansi pelunasan dan Kutipan Risalah Lelang sebagai dasar pengambilan barang dan proses administrasi kepemilikan kendaraan. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Diikuti 1.220 Orang, Hasil Lelang Randis di Lobar Tembus Rp1,77 Miliar ”


