Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memastikan alokasi anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) telah disiapkan. Pembayaran direncanakan dilakukan pada awal Ramadan 2026, menyesuaikan kebijakan Kementerian Keuangan.
Kesiapan ini menjadi kabar baik bagi sekitar delapan ribu ASN di Lobar. Namun di sisi lain, ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu masih belum menerima gaji karena proses administrasi yang belum tuntas. Mereka juga tidak memperoleh THR sebagaimana ASN maupun PPPK penuh waktu.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lobar, Baiq Yeni S Ekawati, menegaskan anggaran THR telah tersedia. Meski demikian, pencairan tetap harus menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, uangnya sudah ada. Untuk keperluan apa pun terkait hak ASN sudah kita siapkan. Kita dalam posisi siap membayarkan begitu ada dasar hukumnya,” ujar Baiq Yeni, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah tetap berpegang pada prinsip tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan. Saat ini, pihaknya menunggu terbitnya regulasi berupa Surat Edaran (SE) atau Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur teknis pembayaran, termasuk komponen dan jadwal penyaluran.
“Kita hanya tinggal menunggu regulasi saja. Begitu ada regulasi, saya lapor pimpinan dan langsung kita bayarkan. Kita akan membayarkan selama ada surat edaran dari pusat,” tegasnya.
Besaran THR akan mengacu pada satu kali gaji pokok sesuai golongan masing-masing ASN. Masa kerja dan jenjang jabatan menjadi faktor penentu nominal yang diterima.
Yeni menjelaskan, untuk golongan I dengan gaji pokok sekitar Rp2,5 juta, maka THR yang diterima sebesar itu. Golongan IIB sekitar Rp3 juta. Sementara golongan IV, tergantung subgolongan dan masa kerja, estimasinya bisa mencapai Rp5 juta lebih.
Koordinasi antara BKAD dan instansi terkait terus diperkuat agar pencairan dapat dilakukan segera setelah regulasi diterbitkan. Pemerintah daerah berharap penyaluran THR pada awal Ramadan dapat mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.
Suntikan dana segar kepada ribuan ASN tersebut diharapkan memberi efek domino bagi perekonomian daerah, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama bulan suci Ramadan. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” ASN Diberikan THR, Ribuan PPPK Paruh Waktu Lobar “Gigit Jari” “


