Tanjung (globalfmlombok.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara mewaspadai potensi ancaman Virus Nipah yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Salah satu sumber penularan yang menjadi perhatian adalah buah yang terkontaminasi bekas gigitan kelelawar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin, M.Kes., kepada wartawan, Selasa (17/2/2026), mengungkapkan bahwa kewaspadaan perlu dikedepankan meski hingga kini belum ditemukan kasus di daerah tersebut. Langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah masuk dan menyebarnya virus, baik melalui manusia maupun buah yang terpapar gigitan hewan, khususnya kelelawar buah.
“Salah satu jalur penularan utama berasal dari hewan, terutama kelelawar buah. Kalau melihat buah sudah bekas dimakan kelelawar, sebaiknya langsung dibuang, jangan dikonsumsi,” imbaunya.
Selain menghindari konsumsi buah yang rusak atau berlubang akibat gigitan hewan, masyarakat juga diminta mencuci bersih seluruh buah sebelum dikonsumsi guna meminimalkan risiko paparan virus.
Bahrudin menjelaskan, selain dari kelelawar, penularan Virus Nipah juga dapat terjadi melalui hewan ternak seperti babi dan kambing. Dalam kondisi tertentu, virus ini berpotensi menyebar antarmanusia melalui droplet atau percikan saluran pernapasan.
Menurut dia, dinas telah mengerahkan sumber daya untuk langkah preventif dan deteksi dini. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan serta tenaga medis diinstruksikan memperluas edukasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya virus tersebut.
“Tenaga kesehatan kami minta aktif memberi pemahaman dan edukasi. Walaupun belum familiar bagi sebagian warga, Virus Nipah sudah muncul di beberapa negara Asia Tenggara dengan tingkat kematian yang cukup tinggi,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal infeksi. Tanda-tandanya dapat menyerupai penyakit pernapasan umum, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan sesak napas. Gejala tersebut mirip dengan gejala awal Covid-19. Apabila mengalami keluhan tersebut, warga diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga ditekankan untuk terus dijaga. Penggunaan masker saat mengalami batuk dan pilek dianjurkan. Selain itu, masyarakat pemilik ternak diimbau menggunakan alat pelindung diri saat berinteraksi dengan hewan.
“Kuncinya adalah menjaga kedisiplinan dalam kebersihan dan kewaspadaan konsumsi pangan. Kita berharap virus ini tidak sampai menyerang warga kita,” pungkasnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Antisipasi Virus Nipah, Dikes KLU Imbau Warga Tak Konsumsi Buah Bekas Gigitan Kelelawar “


