Mataram (globalfmlombok.com) — Kerusakan pada Tugu Mataram Metro yang terjadi akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu dinilai sebagai dampak bencana alam yang sulit dihindari. Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Zihani Ilman Fayadi, BIRKH menyebut peristiwa tersebut terjadi karena angin berkekuatan luar biasa yang bahkan masuk kategori badai siklon.
Menurutnya, kondisi cuaca saat itu tidak hanya dirasakan di Kota Mataram, tetapi juga melanda sebagian besar wilayah di Indonesia dengan intensitas angin yang jauh lebih kencang dibandingkan biasanya. Karena itu, kerusakan yang terjadi pada infrastruktur, termasuk Tugu Mataram Metro, dinilai sebagai hal yang masih dapat dimaklumi.
“Angin yang terjadi kemarin sudah masuk kategori luar biasa, bahkan merupakan badai siklon. Jadi bukan angin kencang biasa, dan ini juga dirasakan di banyak daerah di Indonesia. Bencana alam seperti ini memang tidak bisa dihindari,” ujar Fayadi kepada Suara NTB kemarin.
Meski demikian, ia menilai Pemkot Mataram bergerak cepat dalam merespons kejadian tersebut. Sejak awal, tim teknis telah dikerahkan untuk melakukan analisis tingkat kerusakan sebelum masuk ke tahap perbaikan. Penundaan perbaikan yang sempat terjadi disebut semata-mata mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan, sambil menunggu kondisi cuaca benar-benar aman.
“Saat ini sudah masuk tahap perbaikan. Memang tidak langsung dilakukan kemarin karena faktor keselamatan, menunggu cuaca memungkinkan untuk pekerjaan perbaikan,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini menilai sistem penanganan bencana di Kota Mataram berjalan cukup baik dan cepat. Ia mencontohkan adanya peringatan dini yang rutin disampaikan wali kota melalui berbagai kanal informasi, mulai dari pengeras suara di persimpangan jalan hingga media sosial dan media massa. Selain itu, langkah perantingan pohon juga dilakukan secara masif sebagai bentuk mitigasi risiko.
Koordinasi lintas instansi, seperti antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, serta unsur terkait lainnya, disebut berjalan efektif. Tidak hanya itu, keterlibatan unsur pemerintah daerah bersama Forkopimda dalam kegiatan gotong royong juga dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
Karena itu, anggota dewan dari daerah pemilihan Sekarbela ini mengingatkan agar perhatian publik tidak hanya terfokus pada kerusakan Tugu Mataram Metro semata, melainkan juga melihat berbagai upaya besar yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.
“Kalau hanya fokus pada kerusakan tugu lalu melupakan langkah-langkah besar Pemkot dalam penanganan bencana, itu tentu kurang tepat. Kerusakan tersebut sangat bisa dimaklumi karena dipicu badai siklon yang memang berkategori luar biasa,” tegas Fayadi.
Pemkot Mataram sendiri terus melakukan pembenahan infrastruktur terdampak cuaca ekstrem secara bertahap, sembari memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan. (fit)


