Mataram (globalfmlombok.com) — Di tengah upaya mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia, puluhan ribu anak di Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa putus sekolah. Data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB mencatat, sebanyak 73.844 anak mengalami putus pendidikan, yang sebagian besar dipicu oleh kemiskinan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikpora NTB, Drs. H. Surya Bahari, mengatakan selain faktor ekonomi, ada pula anak yang enggan melanjutkan sekolah meski pihak sekolah sudah berupaya menjemput bola, termasuk mendatangi rumah siswa. “Sebenarnya bukan masalah biaya sekolah. Beberapa anak tetap tidak mau sekolah meski sudah kita upayakan pendekatan,” ujarnya.
Surya menegaskan, pemerintah wajib hadir untuk memastikan anak-anak di NTB tetap mengenyam pendidikan. Jika anak tidak bersekolah dalam 1–2 bulan ke depan, Pemprov akan mencari solusi agar mereka mau kembali menempuh pendidikan, termasuk melalui pendekatan sosial dan bantuan biaya dari donatur.
Masalah lain yang menyebabkan anak putus sekolah adalah pilihan bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan. Dikpora NTB berencana menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pemerintah desa, serta masyarakat untuk menekan angka putus sekolah.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menekankan penanganan anak putus sekolah harus dilakukan secara terintegrasi di semua tingkatan, mulai provinsi, kabupaten/kota, hingga desa. Pendekatan parsial tidak akan efektif.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus juru bicara Pemprov, Ahsanul Khalik, menyebut faktor ekonomi menjadi penyebab utama anak putus sekolah. “Sebagian besar disebabkan keterbatasan biaya seragam, perlengkapan belajar, transportasi, dan kebutuhan dasar keluarga,” katanya.
Selain itu, akses pendidikan di beberapa wilayah masih menjadi kendala akibat jarak, keterbatasan layanan, dan daya tampung sekolah. Faktor sosial, seperti pernikahan anak dan masuknya anak ke dunia kerja lebih dini, juga berkontribusi terhadap tingginya angka putus sekolah.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya risiko pekerja anak, pernikahan anak, dan siklus kemiskinan antargenerasi. Untuk menekan angka anak putus sekolah, Pemprov NTB bersama kabupaten/kota menyiapkan berbagai jalur pendidikan, baik formal maupun alternatif, termasuk optimalisasi daya tampung sekolah negeri dan skema bantuan bagi siswa dari keluarga miskin.(*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kemiskinan Sebabkan 73 Ribu Anak NTB Putus Sekolah “


