Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai melakukan serangkaian evaluasi guna menyempurnakan pelaksanaan MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Gubernur NTB memastikan kesiapan daerah sebagai tuan rumah ajang balap motor dunia tersebut.
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, evaluasi difokuskan pada sejumlah persoalan yang muncul pada penyelenggaraan MotoGP tahun sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah skema pembayaran hosting fee kepada Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP.
“Kita mulai dengan evaluasi dulu, apa saja persoalan-persoalan tahun kemarin. Termasuk soal hosting fee juga tadi kita bahas,” ujar Iqbal.
Menurutnya, beberapa persoalan yang ditemukan pada pelaksanaan sebelumnya telah ditemukan jalan keluar secara bertahap. Namun khusus terkait skema pembayaran hosting fee, Pemprov NTB sepakat untuk membahasnya lebih lanjut bersama pemerintah pusat.
“Beberapa masalah sudah ada hilal penyelesaiannya satu per satu. Termasuk hosting fee, itu menjadi kesepakatan kita untuk sama-sama diskusi dengan pemerintah pusat,” jelasnya.
Iqbal mengaku belum dapat membeberkan secara rinci skema pembayaran yang akan diterapkan ke depan. Namun ia menegaskan, persoalan tersebut telah dipetakan dan akan menjadi salah satu isu utama yang diperjuangkan bersama pemerintah pusat.
“Belum bisa disampaikan detailnya. Tapi kita sudah memahami persoalannya dan itu akan kita perjuangkan bersama ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur InJourney, Maya Watono, menilai ajang MotoGP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata. Event internasional tersebut dinilai mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus membuka peluang masuknya investasi.
“Event ini sebenarnya pemantik. Itulah kenapa event seperti MotoGP menjadi sangat penting,” kata Maya.
Ia juga menyoroti potensi benturan jadwal MotoGP Mandalika 2026 dengan ajang Formula 1 di Singapura. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan MotoGP tetap berjalan optimal dan kompetitif.
“Kita paham ini adalah kompetisi. Karena itu kita harus memastikan MotoGP tetap menjadi event yang baik dan menarik bagi NTB. Dukungan Pemprov dan seluruh stakeholder sangat penting, dan kami sebagai penyelenggara juga berkomitmen memberikan dukungan maksimal,” ujarnya.
Ke depan, kawasan Mandalika juga akan diramaikan dengan berbagai agenda berskala nasional dan internasional. Selain MotoGP, pada Juni mendatang dijadwalkan berlangsung Pocari Run serta sejumlah ajang lari maraton yang memanfaatkan lintasan sirkuit Mandalika.
Dalam pengembangan sport tourism, Maya memastikan perhelatan MotoGP 2026 tetap akan terlaksana. Untuk mendukung pariwisata kelas dunia, pihaknya juga mendorong pembenahan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport) sebagai pintu masuk utama wisatawan.
Pembenahan bandara diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, khususnya penumpang transit, sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Seiring pembaruan Masterplan Mandalika 2026, kawasan seluas sekitar 1.175 hektare ini dikembangkan dengan konsep berkelanjutan, dengan 66 persen area dapat dikembangkan dan 34 persen merupakan area non-developable, termasuk ruang terbuka hijau publik yang mencapai 19 persen dari total kawasan.
“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan yang transit merasa betah. Desain ruang tunggu perlu dipercantik dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujar Iqbal.
Selain itu, Gubernur NTB juga membuka peluang kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta guna melayani tamu-tamu penting, termasuk investor dan delegasi internasional. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur Pastikan Kesiapan NTB Gelar MotoGP 2026 “


