BerandaEkonomi2.237 Koperasi di NTB Tidak Aktif

2.237 Koperasi di NTB Tidak Aktif

Mataram (globalfmlombok.com) – Berdasarkan data Perkembangan Jumlah Koperasi di Provinsi NTB Tahun 2024–2025 di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, jumlah koperasi pada 2025 mencapai 6.190 unit, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 4.837 unit.

Dari jumlah tersebut, koperasi aktif pada 2025 tercatat sebanyak 3.953 unit, meningkat cukup signifikan dibandingkan koperasi aktif pada 2024 yang berjumlah 2.599 unit. Sementara itu, jumlah koperasi tidak aktif masih relatif tinggi, yakni 2.237 unit pada 2025, meski turun tipis dibandingkan 2024 yang mencapai 2.238 unit.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, H. Wirawan, di Mataram, Senin, 2 Februari 2026 mengatakan, peningkatan jumlah koperasi aktif tidak lepas dari upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara rutin setiap tahun oleh pemerintah daerah.

“Yang jelas setiap tahun ada kegiatan pembinaan dan pengawasan koperasi. Harapannya koperasi yang tidak aktif bisa aktif kembali, yang ditandai dengan pelaksanaan RAT dan penyampaian laporan tahunan,” ujarnya.

Data menunjukkan, peningkatan koperasi terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota. Di Kabupaten Lombok Timur, jumlah koperasi naik dari 627 unit pada 2024 menjadi 903 unit pada 2025, dengan koperasi aktif meningkat dari 333 menjadi 609 unit. Kabupaten Lombok Tengah juga mencatat kenaikan dari 708 menjadi 882 unit, sementara koperasi aktif bertambah dari 323 menjadi 497 unit.

Kota Mataram mencatat jumlah koperasi sebanyak 653 unit pada 2025, meningkat dari 597 unit pada 2024, dengan koperasi aktif bertambah dari 162 menjadi 219 unit. Tren serupa juga terjadi di wilayah Pulau Sumbawa, seperti Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima, yang masing-masing mencatat peningkatan jumlah koperasi dan koperasi aktif.

Meski demikian, Wirawan menegaskan, pemerintah tidak serta-merta mengusulkan pembubaran koperasi yang tidak aktif. Menurutnya, pembubaran merupakan langkah terakhir setelah seluruh tahapan pembinaan dilalui.

“Itu kan ada tahapannya. Langkah terakhir adalah pengusulan pembubaran koperasi, tapi itu pilihan terakhir,” tegasnya.

Pembinaan tetap menjadi prioritas utama agar koperasi yang tidak aktif dapat kembali beroperasi dan memberi manfaat bagi anggotanya.

“Yang terus kami lakukan adalah pembinaan-pembinaan agar koperasi-koperasi ini menjadi aktif kembali,” kata Wirawan.

Pemprov NTB berharap, melalui pembinaan berkelanjutan, koperasi tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin sehat dan produktif, sehingga mampu berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. (bul)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI