BerandaBerandaPerluasan Landfill TPA Kebon Kongok, Lobar Siapkan Dana Rp 1,5 Miliar

Perluasan Landfill TPA Kebon Kongok, Lobar Siapkan Dana Rp 1,5 Miliar

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersama Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan sharing anggaran untuk pengadaan lahan perluasan landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok. Total anggaran yang dibutuhkan untuk rencana perluasan tersebut mencapai Rp5,2 miliar.

Pembagian anggaran disepakati dengan porsi 40 persen ditanggung Pemerintah Provinsi NTB, 40 persen oleh Pemkot Mataram, dan 20 persen oleh Pemkab Lombok Barat. Dengan skema tersebut, Pemkab Lobar menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

“Untuk Lombok Barat besarannya sekitar Rp1,5 miliar, karena total anggaran yang dibutuhkan untuk perluasan landfill TPA Kebon Kongok sekitar Rp5,2 miliar,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Lombok Barat, Muhammad Busyairi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).

Busyairi menjelaskan, perluasan lahan ini diharapkan mampu memperpanjang masa operasional TPA Kebon Kongok dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan perhitungan teknis dengan mengacu pada volume sampah harian, tambahan lahan tersebut diprediksi dapat mencukupi kebutuhan pembuangan hingga tahun 2028.

“Dengan perluasan ini, diharapkan mampu menampung sampah selama sekitar dua tahun tujuh bulan ke depan,” katanya.

Meski demikian, Busyairi menegaskan bahwa perluasan landfill bukan solusi permanen. Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan investor untuk penerapan teknologi waste to energy, yakni pengolahan sampah menjadi energi. Selama proses penjajakan dan persiapan teknologi tersebut berlangsung, perluasan landfill dinilai sebagai langkah darurat yang paling realistis.

Di sisi lain, Pemkab Lombok Barat juga terus mengoptimalkan pengolahan sampah di hulu. Sejumlah mesin Manajemen Sampah Zero (Masaro) yang telah beroperasi di Tempat Daur Ulang (PDU) Lingsar dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk menjadi bagian dari upaya tersebut. Bahkan, Bupati Lombok Barat berencana menambah dua unit mesin serupa yang akan ditempatkan di Kecamatan Kediri dan Gerung.

Namun, Busyairi mengakui efektivitas mesin pengolah sampah sangat bergantung pada kondisi sampah yang masuk. Permasalahan klasik seperti sampah yang belum terpilah dan kondisi sampah basah masih menjadi kendala di lapangan.

“Sampah belum terpilah sehingga membutuhkan waktu untuk diproses oleh tenaga kami di lokasi. Selain itu, sampahnya basah sehingga proses pembakaran memerlukan waktu lebih lama,” ujarnya.

Menurut Busyairi, jika sampah dalam kondisi kering dan telah terpilah, satu truk sampah dapat diproses dalam waktu kurang dari dua jam. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Kami sudah membuktikan, sampah dari hotel yang sudah terpilah ketika masuk ke mesin Masaro bisa diproses dengan sangat cepat,” katanya.

Ia menegaskan, Pemkab Lombok Barat berkomitmen serius dalam menangani persoalan sampah seiring dengan meningkatnya volume sampah dari tahun ke tahun. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Perluasan Landfill TPA Kebon Kongok, Lobar Siapkan Dana Sharing Rp1,5 Miliar “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI