BerandaEkonomiBulog NTB Tegaskan Siap Hadapi Kebutuhan Puasa dan Lebaran

Bulog NTB Tegaskan Siap Hadapi Kebutuhan Puasa dan Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) — Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan pokok di masyarakat pada saat puasa, lebaran Idul Fitri 1447H sebentar lagi.

Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Rizal P Sukmaadijaya di Mataram, Selasa, 27 Januari 2026 mengatakan, Bulog saat ini berada dalam kondisi sangat siap baik dari sisi stok maupun pengamanan distribusi di lapangan.

“Secara prinsip Bulog siap melakukan pengamanan harga, pengamanan stok, dan pengamanan komoditas di lapangan dalam menghadapi hari besar keagamaan nasional,” ujar Rizal.

Rizal mengungkapkan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog NTB saat ini mencapai 151 ribu ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB dalam jangka panjang.

“Ketahanan stok kita sampai 11 bulan ke depan. Sementara minimum stok requirement yang harus ada di gudang Bulog itu hanya tiga bulan. Jadi dengan kondisi ini, saya rasa sangat-sangat aman untuk menghadapi HBKN,” jelasnya.

Selain beras, Bulog NTB juga tengah menjalankan penugasan pemerintah dalam mendistribusikan minyak goreng rakyat sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga di pasaran.

“Saat ini penugasan utama pemerintah kepada Bulog memang untuk pengamanan beras dan minyak goreng. Kami diminta melakukan stabilisasi harga minyak goreng di masyarakat,” tambah Rizal.

Meski demikian, Bulog NTB menegaskan siap apabila pemerintah memberikan penugasan tambahan untuk komoditas pangan lainnya.

“Secara prinsip Bulog siap terhadap seluruh komoditi yang ditugaskan pemerintah. Tidak menutup kemungkinan juga komoditi seperti gula, terigu, dan pangan pokok lainnya bisa digunakan untuk pengamanan pasar,” katanya.

Menjawab permintaan masyarakat terkait pelaksanaan operasi pasar hingga ke tingkat desa, Rizal menjelaskan bahwa Bulog memiliki mekanisme dan prosedur yang jelas.

“Bulog mendekati titik-titik keramaian yang memungkinkan dilakukan operasi pasar. Masyarakat bisa mengajukan permohonan ke Bulog dan ke Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota setempat,” jelasnya.

Permohonan tersebut selanjutnya akan dijadwalkan oleh dinas terkait, dan Bulog akan turun langsung ke lokasi yang telah disepakati.

Dengan kesiapan stok, distribusi, serta koordinasi lintas instansi, Bulog NTB optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani hari besar keagamaan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok. (bul)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI