BerandaBerandaEmpat Hari Tak Terangkut, Tumpukan Sampah Ganggu Aktivitas Pedagang Pasar Karang Jasi

Empat Hari Tak Terangkut, Tumpukan Sampah Ganggu Aktivitas Pedagang Pasar Karang Jasi

Mataram (suarantb.com) – Tumpukan sampah yang tidak terangkut selama empat hari di depan Pasar Tradisional Karang Jasi, Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Ampenan, dikeluhkan pedagang dan masyarakat. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas jual beli, arus lalu lintas, serta berdampak pada penurunan pendapatan pedagang.

Pantauan Suara NTB pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter tampak menggunung di sepanjang depan Pasar Karang Jasi. Pada beberapa titik, sampah bahkan menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan dan memicu kemacetan.

Seorang pedagang tempe, Sariin, mengatakan tumpukan sampah di depan lapak dagangannya telah terjadi sejak empat hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas berjualan terganggu meski pedagang rutin membayar iuran kebersihan.

“Bagaimana kami mau jualan? Sampah sudah empat hari tidak diangkut. Padahal kami bayar iuran kebersihan, tapi seolah tidak ada yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini tidak seperti biasanya. Sampah yang umumnya diangkut setiap hari kini dibiarkan menumpuk, bercampur air, menimbulkan bau menyengat, dan merusak pemandangan. Dampaknya, jumlah pembeli menurun drastis.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Fia. Ia menyebut bau tak sedap dari tumpukan sampah membuat pedagang dan pembeli merasa tidak nyaman. Bahkan, sejumlah pedagang memilih tidak berjualan karena area lapak dipenuhi sampah.

“Pedagang baju, sayur, sampai daging ada yang tidak keluar jualan karena sampah menumpuk di depan,” katanya.

Sementara itu, pedagang ikan, Wati, mengaku beberapa kali mendapati ulat keluar dari tumpukan sampah dan mendekati lapak jualannya yang berjarak sangat dekat. Kondisi tersebut membuatnya khawatir terhadap kebersihan dagangan.

“Kadang ulatnya sampai nempel di kaki. Untung tidak masuk ke baskom ikan,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menangani persoalan tersebut agar aktivitas perdagangan dan lalu lintas di sekitar Pasar Karang Jasi kembali normal.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H. Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, tumpukan sampah terjadi akibat armada truk pengangkut mengalami kerusakan. Selain itu, operator kebersihan tidak segera melaporkan kendala tersebut sehingga penanganan terlambat.

“Truk mengalami kerusakan dan operator tidak melapor. Hari ini langsung kami tangani dan sampah sudah diangkut,” katanya.

DLH Kota Mataram memastikan pengangkutan sampah di Pasar Karang Jasi kembali berjalan normal agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Sampah Menumpuk Empat Hari, Aktivitas Pedagang di Pasar Karang Jasi Terganggu “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI