MATARAM, (globalfmlombok.com) — Pemerintah Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar untuk sharing pembiayaan perluasan lahan di Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. Kebijakan ini ditempuh sebagai solusi jangka menengah hingga panjang untuk menangani kondisi darurat sampah di Kota Mataram.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan perluasan lahan TPAR Kebon Kongok direncanakan seluas 3.200 meter persegi dengan total kebutuhan anggaran lebih dari Rp 4,2 miliar.
“Pembiayaan perluasan lahan dilakukan dengan skema sharing, yakni Pemerintah Provinsi NTB sebesar 40 persen, Pemerintah Kota Mataram 40 persen, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat 20 persen,” kata Nizar, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, penambahan lahan menjadi salah satu solusi strategis dalam penanganan sampah di Kota Mataram yang saat ini telah berstatus darurat. Dengan adanya perluasan tersebut, ritase pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok diharapkan dapat kembali normal.
“Saat ini ritase pembuangan hanya satu kali sehari. Dengan tambahan lahan, kami harapkan bisa kembali menjadi empat ritase,” ujarnya.
Nizar menjelaskan, perluasan lahan seluas 3.200 meter persegi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebagai penanganan jangka pendek mencakup lahan seluas 400 meter persegi dengan kapasitas tampung sekitar 10.000 ton sampah, yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan satu bulan.
Sementara itu, tahap kedua sebagai penanganan jangka menengah mencakup lahan seluas 2.800 meter persegi dengan kapasitas sekitar 63.000 ton. Dengan estimasi timbulan sampah Kota Mataram mencapai 350 ton per hari, lahan tersebut diperkirakan dapat digunakan hingga enam bulan.
“Untuk tahap awal seluas 400 meter persegi, saat ini sedang dilakukan penyiapan lahan, termasuk penataan dan pembangunan talud. Kami targetkan akhir Januari sudah bisa digunakan,” kata Nizar.
Selain solusi jangka pendek dan menengah, Pemkot Mataram juga menyiapkan rencana jangka panjang berupa perluasan lahan seluas sekitar 4.600 meter persegi dengan kapasitas tampung 255.500 ton. Lahan ini diperkirakan mampu menampung sampah hingga 2,5 tahun ke depan.
Terkait skema sharing anggaran, Nizar menjelaskan pembagian biaya disesuaikan dengan volume sampah yang dibuang ke TPAR Kebon Kongok. Kota Mataram disebut sebagai penyumbang sampah terbesar dibandingkan Lombok Barat.
“Karena kontribusi sampah dari Kota Mataram lebih besar, porsi pembiayaannya juga lebih besar, yakni 40 persen. Lombok Barat 20 persen, sementara Provinsi NTB 40 persen untuk mendukung operasional TPA regional,” ujarnya.
Namun demikian, pembayaran sharing anggaran tersebut akan dibayarkan terlebih dahulu oleh Pemerintah Provinsi NTB. Pemkot Mataram baru akan melakukan penggantian anggaran setelah APBD Perubahan Tahun 2026 disahkan.
Sementara itu, pembatasan ritase pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok masih diberlakukan satu kali sehari. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah di hampir seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Mataram yang telah melampaui kapasitas.
“Sambil menunggu penyiapan lahan selesai, kami masih bertahan dengan skema darurat sampah yang ada,” pungkas Nizar. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemkot Mataram Alokasikan Rp1,7 Miliar untuk Perluasan TPAR Kebon Kongok “


