BerandaBerandaUji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif

Uji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif

Mataram (globalfmlombok.com) – Penerapan uji coba Program Lima Hari Sekolah (PLHS) di lingkungan madrasah di Kota Mataram masih berjalan sesuai jadwal. Hasil dari uji coba tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum kebijakan PLHS ditetapkan secara permanen oleh Pemerintah Kota Mataram.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kota Mataram, H. Moh. Sahaluddin, Selasa (20/1/2026), mengatakan uji coba PLHS penting dilakukan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penerapan sistem lima hari sekolah atau full day school di madrasah.

“Tujuan uji coba ini untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dan efisiensi penerapan full day school di madrasah,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan selama uji coba berlangsung, Sahaluddin menyebut respons masyarakat madrasah terhadap skema PLHS cukup positif. Mayoritas madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Mataram, kata dia, mendukung penerapan sistem tersebut.

“Sebagian besar teman-teman di MTs merespons positif dan setuju dengan skema PLHS,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil uji coba tersebut tetap akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah sebelum mengambil keputusan final terkait penerapan PLHS secara permanen.

“Seperti apa hasil evaluasinya, seberapa efektif dan efisiennya, nanti penentu akhirnya tetap di Pemerintah,” jelasnya.

PLHS sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017, dengan ketentuan proses pembelajaran berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, dengan durasi belajar delapan jam per hari.

Menurut Sahaluddin, skema lima hari sekolah ini dinilai selaras dengan pola kerja orang tua yang umumnya bekerja lima hari dalam sepekan. Selain itu, sistem ini juga dinilai mempermudah pengaturan waktu antar-jemput siswa.

“Jadwalnya sejalan dengan orang tua yang bekerja di kantor. Berangkat bisa bersamaan, begitu juga saat pulang kerja sekaligus menjemput anak,” terangnya.

Selain itu, PLHS dinilai memberi manfaat tambahan berupa waktu istirahat siswa yang lebih panjang. Meski jam belajar harian lebih lama, siswa memiliki waktu libur yang lebih optimal pada Sabtu dan Minggu untuk berkualitas bersama keluarga.

“Quality time bersama keluarga bisa lebih maksimal. Bagi guru juga ada ruang waktu untuk mempersiapkan materi pembelajaran di hari Senin,” katanya.

Dalam pelaksanaan uji coba PLHS, sejumlah program rutin sekolah juga disesuaikan, termasuk pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG). Sahaluddin yang juga Kepala MTs Negeri 1 Mataram menjelaskan, jadwal MBG kini dialihkan dari pagi hari ke siang hari.

“Idealnya pendistribusian MBG dilakukan setelah zuhur, supaya menjadi bekal energi siswa untuk melanjutkan kegiatan belajar sampai pulang sekolah,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Uji Coba Lima Hari Sekolah di Madrasah Mataram Berjalan, Respons Dinilai Positif “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI