BerandaBerandaBMKG Peringatkan Peningkatan Cuaca Ekstrem di NTB hingga 26 Januari

BMKG Peringatkan Peningkatan Cuaca Ekstrem di NTB hingga 26 Januari

MATARAM (globalfmlombok.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid memprakirakan terjadinya peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 20 hingga 26 Januari 2026.

BMKG menyampaikan, saat ini dinamika atmosfer di sekitar wilayah NTB menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan. Sejumlah indikator menjadi pemicu meningkatnya potensi cuaca ekstrem, di antaranya terpantau Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah pesisir utara Australia, tepatnya di barat daya Teluk Carpentaria, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot dan tekanan udara minimum 998 hPa yang bergerak ke arah barat.

Selain itu, aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) spasial, gelombang Rossby ekuator, serta gelombang Kelvin di wilayah NTB turut berkontribusi terhadap kondisi atmosfer yang labil. Pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar NTB menyebabkan kelembapan udara relatif basah di berbagai lapisan ketinggian, yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan.

“Labilitas atmosfer yang cukup kuat mendukung proses konvektif pada skala lokal. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” jelas BMKG.

BMKG merinci wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem hampir merata di seluruh NTB. Pada 20 hingga 25 Januari 2026, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Sementara pada 26 Januari 2026, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, dan Dompu.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Pada periode 20–22 Januari 2026, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, dan Selat Sape bagian utara.

Adapun di wilayah perairan selatan, gelombang dengan kategori tinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan NTB.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, hingga pohon tumbang. Warga diminta memastikan saluran air tetap bersih dari sampah, menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, memangkas ranting pohon yang rapuh, serta menyiapkan rencana evakuasi dini bagi yang tinggal di daerah rawan bencana. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah NTB hingga 26 Januari

 
 
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI