Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 38 murid Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng), diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (17/1/2026).
Kejadian tersebut mendapat perhatian serius dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi NTB. Ketua Satgas MBG NTB, H. Ahsanul Khalik menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti kondisi di lapangan, termasuk mengusulkan penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang memasok menu ke sekolah tersebut.
“Kita sudah berkomunikasi dengan Kepala Regional BGN untuk mengusulkan ke pusat agar dilakukan penutupan sementara terhadap SPPG yang mengelola dapur MBG yang diduga bermasalah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Penutupan sementara tersebut, lanjut Kepala Dinas Kominfotik NTB ini, bertujuan agar aparat terkait dapat melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh, objektif, dan terukur, tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan. Selama masa penutupan, seluruh aspek operasional SPPG diminta untuk dievaluasi.
“Mulai dari kedisiplinan pelaksana, kualitas dan kemampuan juru masak, hingga proses pembelian bahan pangan,” lanjutnya.
Ahsanul Khalik yang akrab disapa Aka juga mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk menelusuri potensi kelalaian dalam proses pemilihan bahan baku, termasuk kemungkinan penggunaan bahan pangan kedaluwarsa. Pemeriksaan juga difokuskan pada kepatuhan terhadap seluruh tahapan produksi, mulai dari proses pembersihan, pengolahan makanan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
Selain itu, standar sanitasi dapur penyedia layanan juga perlu ditingkatkan, meliputi sterilisasi alat makan, kualitas air yang digunakan dalam proses produksi, serta penataan alur pengelolaan limbah guna mencegah terjadinya kontaminasi silang.
“Semua dievaluasi dan diinvestigasi. Bila diperlukan aparat penegak hukum masuk, maka kami persilakan untuk dilakukan penyelidikan atas kejadian ini,” tegasnya.
Untuk menghindari terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), Satgas MBG NTB mengimbau seluruh SPPG di NTB agar meningkatkan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Keselamatan penerima manfaat, khususnya anak-anak, ditegaskan sebagai prioritas utama melalui pengelolaan dapur yang disiplin, higienis, dan bertanggung jawab.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi NTB hingga akhir tahun 2025 telah menjangkau 1,65 juta sasaran. Rinciannya, balita sebanyak 153.788 jiwa, PAUD, RA, dan TK lebih dari 213 ribu anak, serta SD, MI, SMP, dan MTs lebih dari 960 ribu peserta didik. Sementara jenjang SMA/SMK/MA mencapai lebih dari 238 ribu peserta didik.
Adapun sasaran lainnya meliputi SLB sebanyak 2.242 orang, pondok pesantren 5.095 orang, PKBM 3.348 orang, ibu hamil 25.423 jiwa, ibu menyusui 58.233 jiwa, serta guru, tenaga kependidikan, dan kader posyandu lebih dari 29 ribu orang.
Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 601 SPPG telah beroperasi di NTB. Terdiri atas 552 SPPG mitra masyarakat/swasta, 5 SPPG pondok pesantren, 3 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU. Dari jumlah tersebut, 194 unit merupakan bangunan baru, 95 unit memanfaatkan rumah yang dialihfungsikan, 34 unit rumah makan/restoran, lebih dari 100 unit ruko dan rukan, serta puluhan unit gudang dan sarana lainnya.
Selain itu, program unggulan pemerintah pusat ini juga menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi pengungkit ekonomi lokal. Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 25.982 tenaga kerja terlibat langsung dalam operasional SPPG di NTB.
Tenaga kerja tersebut antara lain Kepala SPPG dan Ploting Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, koordinator lapangan, kepala juru masak, juru masak, petugas porsi, petugas persiapan, pengemudi distribusi, hingga petugas operasional, kebersihan, dan keamanan.
“Rata-rata setiap SPPG melibatkan 40 sampai 45 tenaga kerja lokal, yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar. Ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga dan pengurangan pengangguran,” ujarnya. (era)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 38 Murid di Loteng Diduga Keracunan, Satgas Tegaskan Tutup Dapur MBG “


