Mataram (globalfmlombok.com) – Warga Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, mengalami kesulitan air bersih hampir dua pekan terakhir akibat gangguan distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang. Sedikitnya enam lingkungan terdampak, dengan empat lingkungan mengalami kondisi paling parah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Mataram melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih dengan menempatkan tandon berkapasitas besar di sejumlah titik lingkungan terdampak.
Lurah Rembiga, Diana Wahyuningrum, mengatakan seluruh lingkungan di wilayahnya terdampak gangguan distribusi air, meski tingkat keparahannya berbeda. “Dari enam lingkungan, empat yang paling parah terdampak, yaitu Lingkungan Rembiga Utara, Rembiga Timur, Rembiga Barat, dan Lingkungan Dasan Lekong,” ujar Diana, Rabu (14/1).
Menurut dia, dua lingkungan lainnya masih sempat mendapatkan aliran air pada malam hari sehingga warga masih memiliki kesempatan untuk menampung air. “Dua lingkungan lainnya tidak terlalu parah karena air masih mengalir pada malam hari,” katanya.
Diana menyebut gangguan distribusi air PDAM tersebut telah berlangsung sekitar 11 hari dan menjadi yang terparah dibandingkan kejadian serupa sebelumnya karena berlangsung cukup lama.
Sebagai langkah penanganan, BPBD menempatkan dua tandon air berkapasitas lebih dari 5.300 liter di empat lingkungan yang terdampak paling parah. Selain itu, mobil tangki air bersih juga disiagakan untuk menjangkau warga yang tidak terlayani tandon.
“Jika warga tidak bisa menjangkau tandon air, mobil tangki akan berkeliling menyalurkan air bersih ke masyarakat,” ujarnya.
Selain bantuan dari Pemerintah Kota Mataram, pihak kelurahan juga terus berkoordinasi dengan PDAM Giri Menang terkait suplai air bersih. Warga diminta melaporkan kepada kepala lingkungan jika persediaan air di tandon habis.
“Jika air di tandon habis, warga melapor ke kami dan langsung kami sampaikan ke PDAM. Kami upayakan suplai air tetap tersedia setiap hari,” kata Diana.
Ia menambahkan, sejauh ini ketersediaan tandon dan bantuan mobil tangki masih mampu mencukupi kebutuhan warga. Namun demikian, pihak kelurahan berharap distribusi air PDAM Giri Menang dapat segera kembali normal.
“Kami berharap persoalan ini segera teratasi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (pan)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kesulitan Air Bersih Hampir Dua Pekan “


