Mataram (globalfmlombok.com) – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan nonsubsidi yang disebut akan berlaku mulai 1 April 2026 memicu kepanikan masyarakat di Kota Mataram. Akibatnya, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diserbu pengendara dalam dua hari terakhir.
Isu tersebut mencuat seiring naiknya harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular di SPBU Karang Jangkong. Bahkan, antrean kendaraan roda empat sempat meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan kemacetan.
Salah seorang pengendara, Andina mengaku sengaja mengisi penuh tangki kendaraannya setelah mendengar kabar kenaikan harga BBM.
“Ya saya dengar-dengar mau ada kenaikan harga. Jadi isi full tank,” ujarnya.
Menurutnya, jika harga BBM nonsubsidi benar-benar naik hingga kisaran Rp14 ribu per liter, hal itu akan cukup membebani dirinya sebagai mahasiswa perantau di Mataram.
Hal serupa disampaikan Saprin, pengguna BBM subsidi jenis Pertalite. Ia menilai rencana kenaikan harga hingga 10 persen akan berdampak langsung pada biaya operasionalnya sebagai pedagang.
“Kalau naik, pasti berat. Apalagi saya tiap hari antar sayur ke pasar,” katanya.
Kepadatan juga terjadi di SPBU Mayura. Antrean kendaraan roda dua di lokasi ini bahkan mencapai bahu jalan, sehingga memperlambat arus lalu lintas di sekitarnya.
Belum Ada Kenaikan Harga
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa informasi kenaikan harga BBM per 1 April 2026 tidak benar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April 2026,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai. Untuk memperoleh informasi valid, masyarakat diminta mengakses kanal resmi Pertamina.
Pertamina juga mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak di tengah dinamika ekonomi global. Penggunaan energi yang efisien dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan serta mendukung keberlanjutan energi nasional dalam jangka panjang. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Imbas Isu Kenaikan Harga BBM, SPBU di Mataram Diserbu Pengendara “


