Mataram (globalfmlombok.com)-
Dukungan anggaran pemerintah pusat untuk penyiapan arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat menghadapi kendala. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memangkas habis atau menolkan alokasi anggaran rehabilitasi Gelanggang Olahraga 17 Desember Turide, Kota Mataram.
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, membenarkan bahwa alokasi dana perbaikan stadion tersebut tidak lagi tercantum dalam pembahasan anggaran di parlemen. “Anggaran untuk stadion (GOR) sudah dinolkan DPR RI,” ujar Mori saat dihubungi pada Rabu (30/9/2026).
Keputusan ini mengejutkan mengingat GOR Turide diproyeksikan menjadi salah satu venue utama PON 2028. Saat melakukan peninjauan lapangan pada Juli 2026, Komisi V DPR RI mencatat kondisi fasilitas olahraga berluas 11 hektar yang dibangun sejak 1980 tersebut sudah tidak layak.
Kala itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengestimasi kebutuhan revitalisasi total kawasan GOR Turide mencapai Rp 700 miliar. Namun, karena keterbatasan waktu menuju 2028, DPR menyarankan opsi renovasi sementara sebelum revitalisasi menyeluruh pasca-PON.
Di sisi lain, kebijakan efisiensi pemerintah pusat yang ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membatasi pembangunan arena baru. Pemerintah memilih mengoptimalkan fasilitas yang ada di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah bersama.
Pada Januari 2025, saat menjabat Ketua KONI NTB, Mori Hanafi memperkirakan renovasi stadion utama beserta fasilitas pendukung kawasan membutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar.
Dengan pengosongan anggaran dari APBN ini, skema pembiayaan renovasi GOR Turide untuk menyambut ajang olahraga multievent empat tahunan tersebut kembali belum menentu. Pemerintah daerah kini menanti kejelasan langkah susulan terkait pendanaan venue nasional tersebut(ris/r).


