Mataram (globalfmlombok.com)-
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) diperkirakan telah meluas hingga mencapai 1.098,75 hektare. Luas dampak kebakaran di Resor Torean dan Senaru ini tercatat berdasarkan pemantauan hingga Selasa (29/9/2026). Untuk sementara, tidak terdapat titik api baru di dalam kawasan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan, petugas gabungan yang terdiri atas 103 personel dari Balai TN Gunung Rinjani, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga porter terus dikerahkan untuk menangani titik api. Lokasi pemadaman dan pemantauan difokuskan pada sejumlah titik terjal, seperti Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean, Sektor Senaru, Pos 3 Senaru, hingga area menuju Puncak Sangkareang dan Pelawangan Senaru.
Jenis kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan. Vegetasi yang terbakar meliputi hutan cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput savana pegunungan, serta dedaunan kering.
Upaya pemadaman api di lapangan menghadapi kendala berat akibat tiupan angin kencang dan vegetasi kering yang membuat api mudah merambat. Selain itu, topografi pegunungan yang terjal serta sulitnya akses membatasi pergerakan tim. Di Sektor Jalur Pendakian Senaru, misalnya, pergerakan tim sempat terhalang aliran sungai yang dalam. Pemantauan akhirnya dilakukan dari jarak jauh menggunakan pesawat nirawak (drone).
Guna menjamin keselamatan pengunjung, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani memutus untuk menutup sementara Jalur Wisata Pendakian Senaru dan Torean hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini melengkapi penutupan Jalur Pendakian Torean yang telah diberlakukan sebelumnya.
Sementara itu, tim asesmen mulai diterjunkan ke Jalur Pendakian Torean untuk mengevaluasi tingkat kerusakan lintasan, potensi bahaya pohon tumbang, serta kondisi keamanan jalur. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan sebelum jalur pendakian dipastikan aman untuk dibuka kembali.
Bagi pendaki yang telah membeli tiket elektronik (e-ticket) melalui jalur yang ditutup, pengelola memfasilitasi opsi pendaftaran ulang (reschedule) atau pengalihan pintu masuk dan keluar melalui Jalur Wisata Pendakian Sembalun. Pendaki yang saat ini berada di atas gunung juga diarahkan keluar melalui jalur Sembalun.
Pihak Balai TN Gunung Rinjani mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi aturan penutupan sementara, tidak mendekati lokasi pemadaman, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru.(ris)


