BerandaBerandaPemprov NTB Tegaskan Ketahanan BBM dan LPG, Masyarakat Diimbau Tak Panik

Pemprov NTB Tegaskan Ketahanan BBM dan LPG, Masyarakat Diimbau Tak Panik

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketahanan energi di daerah masih dalam kondisi aman, baik untuk bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik di tengah kekhawatiran krisis energi global yang berkembang belakangan ini.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Niken Arumdati, menegaskan bahwa hingga saat ini Indonesia belum mengalami krisis energi, melainkan baru sebatas potensi tekanan yang juga dirasakan banyak negara. Kondisi ini dipicu dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi dunia seperti di Selat Hormuz.

“Secara umum, kondisi energi kita masih aman. Belum ada krisis, yang ada baru potensi kekurangan energi secara global, sehingga banyak negara mulai mengurangi konsumsi atau menerapkan pembatasan,” ujarnya kepada Suara NTB, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi. Di tingkat pusat, strategi yang dilakukan antara lain penguatan cadangan (buffer stock) energi primer, prioritas pasokan untuk pembangkit listrik, diversifikasi sumber impor BBM dan gas, serta penerapan subsidi yang lebih tepat sasaran.

Sementara di tingkat daerah, Pemprov NTB fokus pada pengawasan distribusi subsidi agar tepat sasaran, memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PLN, serta mendorong transisi energi secara bertahap.

“Koordinasi terus kami lakukan, termasuk pengecekan langsung ke depo LPG dan instalasi BBM untuk memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar,” kata Niken.

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Dewan Energi Nasional, Pertamina Patra Niaga, dan PLN UIW NTB, stok energi di NTB dipastikan mencukupi. Bahkan dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan BBM yang masuk untuk memperkuat ketersediaan.

“Pada akhir bulan ini dijadwalkan ada kapal yang membawa tambahan BBM, sehingga stok tetap terjaga,” jelasnya.

Untuk elpiji, pemerintah juga telah melakukan langkah antisipatif dengan menambah pasokan secara signifikan hingga mencapai 250 persen dari kuota normal di masing-masing kabupaten/kota. Penambahan dilakukan secara bertahap guna memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri dan tradisi Lebaran Topat di NTB.

Di tengah kondisi global yang dinamis, Niken menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas energi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang justru dapat mengganggu distribusi.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panic buying. Gunakan energi secara bijak, sesuai kebutuhan, agar distribusi tetap merata dan semua bisa terpenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan energi secara bijak berarti tidak menimbun BBM atau elpiji, serta menggunakan energi secara efisien dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan kondisi stok yang masih aman dan langkah antisipasi yang terus dilakukan, Pemprov NTB optimistis kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Namun, dukungan masyarakat dalam menjaga konsumsi yang wajar dinilai menjadi kunci agar stabilitas energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. (*)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Tegaskan Ketahanan BBM dan LPG, Masyarakat Diimbau Tak Panik “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI