Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa memasuki tahun kedua kepemimpinannya, kondisi keuangan daerah berada dalam posisi sehat tanpa utang yang tidak direncanakan. Kondisi tersebut diyakini menjadi modal penting untuk menekan angka kemiskinan di NTB hingga satu digit pada 2029.
Iqbal mengungkapkan, pada awal 2025 pihaknya telah berhasil melunasi utang daerah sebesar Rp280 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dan Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kita berhasil mengelola keuangan yang kita miliki. Kita bisa memasuki tahun 2026 tanpa satu sen pun utang. Kalaupun ada, itu utang di PT SMI yang memang sudah direncanakan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Dengan terbebas dari beban utang yang tidak direncanakan, pemerintah daerah dapat lebih fokus mengarahkan anggaran pada tiga agenda utama, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan sektor pariwisata.
Salah satu program unggulan yang didorong adalah Desa Berdaya, yang diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Iqbal, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif. Pada September 2025, angka kemiskinan NTB tercatat sebesar 11,38 persen, turun dibandingkan Maret 2025 sebesar 11,78 persen dan September 2024 sebesar 11,91 persen. Capaian ini bahkan melampaui target nasional yang berada di kisaran 11,68 hingga 12,18 persen.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, NTB mencatatkan kinerja yang cukup baik. Meski sempat mengalami kontraksi pada triwulan pertama 2025, pertumbuhan sektor tambang mencapai 3,22 persen dan 8,33 persen jika tanpa sektor tambang.
Sektor pariwisata juga tumbuh lebih dari 7 persen, sementara sektor pertanian mendekati target dengan capaian 5,33 persen.
“Nilai Tukar Petani NTB juga mengalami peningkatan signifikan dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional,” katanya.
Selain itu, kontribusi ekonomi NTB terhadap nasional mencapai 0,84 persen, dengan sektor industri pengolahan tumbuh menjadi 6,69 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB juga meningkat menjadi 73,97 poin dengan kategori tinggi, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,05 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.
Iqbal optimistis, dengan pengelolaan keuangan yang disiplin dan fokus pembangunan yang tepat, target penurunan kemiskinan hingga satu digit pada akhir masa kepemimpinannya dapat tercapai. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kepemimpinan Tanpa Utang, Gubernur Iqbal Optimis Kurangi Angka Kemiskinan “


