Selong (globalfmlombok.com) – Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) di Kabupaten Lombok Timur ditemukan banyak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini dikeluhkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, yang merasakan lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, sejumlah pengecer menjual elpiji subsidi hingga Rp22.000 per tabung. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan HET yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, Jumat (27/3/2026) menjelaskan, pihaknya telah berulang kali melakukan sidak di berbagai titik. Hasilnya menunjukkan bahwa tingginya harga disebabkan oleh maraknya pengecer yang mengambil keuntungan di luar ketentuan.
“Mekanisme pendistribusian elpiji bersubsidi ini seharusnya dari Pertamina ke agen, lalu ke pangkalan. Distribusi berhenti di pangkalan dan tidak dikenal adanya pengecer. Namun di lapangan, banyak pengecer menjual melampaui HET,” ujarnya.
Para pengecer berdalih kenaikan harga dipicu biaya transportasi dari pangkalan ke lokasi penjualan. Biaya tambahan tersebut kemudian dibebankan kepada konsumen.
Meski harga mengalami kenaikan, Dinas Perdagangan memastikan kabar di media sosial terkait penjualan elpiji hingga Rp50.000 per tabung tidak terbukti.
“Selama sidak, kami tidak menemukan harga setinggi itu. Kami persilakan masyarakat melapor jika menemukan pelanggaran dengan menyertakan identitas jelas,” tegas Hadi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menyiapkan surat kepada Pertamina untuk meminta tambahan pasokan (extra dropping) elpiji subsidi. Besaran tambahan pasokan akan ditentukan oleh pihak Pertamina.
Sementara itu, Hiswana Migas menilai Lombok Timur memiliki karakteristik permintaan yang berbeda. Pada masa libur panjang, kebutuhan elpiji di wilayah ini justru meningkat signifikan, berbeda dengan Kota Mataram yang cenderung mengalami penurunan permintaan.
Dinas Perdagangan Lombok Timur kini terus berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah kelangkaan serta lonjakan harga.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga elpiji subsidi di tingkat pengecer bahkan mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung. Hingga Jumat (27/3/2026), sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji sebagai kebutuhan utama rumah tangga. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Harga Elpiji Subsidi di Lombok Timur Ditemukan Lampaui HET “


