BerandaBerandaPemakaman Perempuan Korban Pembunuhan Anak Digelar Hari Ini

Pemakaman Perempuan Korban Pembunuhan Anak Digelar Hari Ini

Mataram (globalfmlombok.com) – Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi pemakaman YRA (66), korban pembunuhan disertai pembakaran jasad yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, BP. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah almarhumah tiba di lingkungan Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Rabu (28/1/2026).

Jenazah YRA dibawa ke rumah duka di Jalan Perkutut, Monjok Baru, sekitar pukul 10.00 Wita setelah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Namun, karena rumah korban masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan, jenazah yang telah dimasukkan ke dalam peti kemudian dibawa ke Masjid Al Ishlah yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka.

Usai Salat Zuhur, jenazah almarhumah diiringi ratusan pelayat menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raudhatul Jannah, Bagirati, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat di tengah isak tangis keluarga dan warga yang mengantar ke peristirahatan terakhir.

Sejak jenazah tiba di lingkungan Monjok Baru, warga sekitar, kerabat, serta relasi keluarga silih berganti datang melayat. Duka mendalam terlihat jelas, terutama dari keluarga dekat yang masih sulit menerima kenyataan pahit tersebut.

Aziz, salah seorang tetangga korban, mengaku terkejut saat pertama kali mendengar kabar meninggalnya YRA dengan cara yang begitu tragis. Menurutnya, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.

“Almarhumah orangnya baik. Sering menyapa tetangga, bahkan kalau masak, kadang suka mengantarkan makanan ke rumah kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku tidak pernah menyangka YRA akan meninggal dengan kondisi demikian, terlebih dugaan pelaku merupakan anak kandungnya sendiri. “Itu yang paling membuat kami semua terpukul,” katanya lirih.

Terkait sosok BP, Aziz menyebut selama ini yang bersangkutan dikenal baik dalam pergaulan sehari-hari dan tidak pernah menimbulkan masalah dengan warga sekitar. “Kami tidak tahu kalau ada persoalan keluarga. Tidak pernah terdengar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, H. Lalu Makmur Said. Ia mengatakan peristiwa tersebut menjadi kejutan besar bagi warga. YRA dikenal sebagai sosok ibu yang baik dan tidak pernah bermasalah di lingkungan.

“Bahkan BP juga dikenal aktif. Dulu pernah menjadi ketua remaja di kompleks ini. Karena itu kami benar-benar tidak menyangka,” katanya.

Sementara itu, Edy Herman, suami korban sekaligus ayah dari terduga pelaku, berusaha tegar menghadapi musibah yang menimpa keluarganya. Di tengah duka mendalam, ia berharap proses hukum tetap berjalan secara adil dan transparan.

Ia juga meminta agar BP menjalani pemeriksaan psikologis untuk mengetahui kondisi kejiwaan anaknya. Menurutnya, langkah tersebut penting guna mengungkap latar belakang peristiwa tragis yang menewaskan istrinya.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memahami tragedi yang tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang masyarakat sekitar. (ham)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Hari Ini, NTB Tanda Tangani Kerja Sama Regional dengan Bali dan NTT “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI