BerandaBerandaNTB Waspada Ancaman Penyakit LSD pada Hewan Ternak

NTB Waspada Ancaman Penyakit LSD pada Hewan Ternak

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi dan kerbau. Langkah ini dilakukan menyusul merebaknya kasus LSD di Bali dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhamad Riady, mengatakan sejak adanya laporan kasus LSD di Bali, pemerintah daerah langsung bergerak cepat dengan memasang sistem peringatan dini (early warning system) serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Begitu kami mendapat informasi LSD sudah masuk Bali, kami langsung pasang early warning system. Sebelumnya juga sudah kami kumpulkan karantina dan pihak terkait untuk rapat koordinasi sekaligus sosialisasi,” ujar Riady, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada petugas kesehatan hewan di lapangan. Petugas diminta aktif memantau kondisi ternak dan segera melaporkan apabila menemukan gejala yang mengarah pada penyakit kulit menular tersebut.

“Terutama teman-teman di puskeswan, saya minta kalau menemukan gejala yang mirip LSD segera dilaporkan dan diidentifikasi dengan baik. Dari provinsi, kami juga akan melakukan surveilans secara berkala,” katanya.

Selain pengawasan ternak, Disnakkeswan NTB juga memfokuskan perhatian pada jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus yang berpotensi menjadi pintu masuk penyakit. Pengawasan di pelabuhan serta terhadap kendaraan pengangkut ternak diperketat sebagai langkah antisipasi.

Riady menegaskan, Pemprov NTB tidak pernah menerbitkan rekomendasi pemasukan ternak sapi maupun kerbau, baik dari Bali maupun Pulau Jawa, sejak kasus LSD merebak.

“Rekomendasi pemasukan ternak memang tidak pernah kami berikan. Sejak LSD muncul di Jawa, secara legal kami tidak pernah menerbitkan rekom tersebut,” ujarnya.

Meski hingga kini belum ditemukan kasus LSD di NTB, Riady menekankan bahwa masuknya penyakit ini akan berdampak besar terhadap peternak dan perekonomian daerah. Penyakit LSD berpotensi menutup akses pasar antarpulau, sementara NTB selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pengirim sapi terbesar.

“Kalau LSD sampai masuk NTB, kerugian peternak akan sangat besar. Belum lagi biaya pengendalian. Otomatis kita tidak bisa mengirim sapi ke Sulawesi maupun Kalimantan,” katanya.

Terkait kerja sama regional tiga pulau—NTB, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT)—Riady memastikan kolaborasi tersebut tidak meningkatkan risiko penularan penyakit. Sebaliknya, kerja sama tersebut justru diarahkan untuk memperkuat pengendalian dan pencegahan penyakit ternak.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali dinilai masih mampu mengendalikan penyebaran LSD. Berdasarkan data kasus harian, penyebaran penyakit tersebut masih dalam batas terkendali.

“Di Bali juga sudah dilakukan pengendalian dengan mengisolasi ternak yang terinfeksi,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” NTB Waspada Ancaman LSD pada Hewan Ternak “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI