BerandaBerandaKebakaran di Rinjani Meluas hingga 1.098 Hektar, 90 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan...

Kebakaran di Rinjani Meluas hingga 1.098 Hektar, 90 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kian meluas. Hingga Minggu (27/9/2026), luas area terdampak diperkirakan telah mencapai 1.098 hektar. Mengantisipasi risiko keselamatan pendaki, otoritas taman nasional menutup total Jalur Pendakian Senaru dan Torean.

Api pertama kali terdeteksi pada Selasa (22/9/2026) di kawasan Bukit Setampol dan sekitarnya. Kebakaran permukaan ini dengan cepat membesar dan menjalar ke Puncak Sangkareang serta jalur pendakian wilayah Resor Torean dan Senaru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I. Api membakar vegetasi berupa hutan pinus, savana pegunungan, semak belukar, hingga tumpukan dedaunan kering.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Astekita Ardiaristo mengonfirmasi bahwa operasi pemadaman skala besar masih terus digencarkan. Per Minggu sore, kobaran api di sektor Bukit Setampol, Batu Ceper, dan sisi selatan Puncak Sangkareang telah berhasil dipadamkan. Namun, titik api terpantau masih menyala di lereng utara Puncak Sangkareang.

“Tim pemadam gabungan terus dikerahkan ke lokasi. Kendati di beberapa titik api sudah terkendali, pemadaman difokuskan di lereng utara Puncak Sangkareang yang masih menyala,” kata Astekita Ardiaristo di Mataram, Minggu.

Sebanyak 90 personel gabungan diturunkan untuk menjinakkan api. Tim terdiri atas Polhut BTNGR, Manggala Agni BTNGR, Manggala Agni Dalkarhut Jabalnusra, KPH Rinjani Barat, Masyarakat Peduli Api (MPA), personel TNI dan Polri/Brimob, serta dibantu porter lokal.

Topografi Terjal dan Angin Kencang

Proses pemadaman menghadapi kendala hebat di lapangan akibat hembusan angin yang sangat kencang dan kekeringan ekstrem pada vegetasi savana. Kondisi medan pegunungan yang terjal, curam, serta jauh dari akses moda transportasi memperlambat mobilisasi logistik dan peralatan pemadam.

Untuk mengoptimalkan strategi operasi, petugas memanfaatkan unit drone udara guna memetakan sebaran titik api, mempelajari arah angin, serta mengidentifikasi perimeter kebakaran di area yang sulit dijangkau manusia.

“Estimasi luas terdampak sekitar 1.098,75 hektar ini masih bersifat sementara. Kami akan terus melakukan verifikasi batas area terbakar secara faktual dan dokumentasi pemetaan udara setelah kondisi medan memungkinkan,” ujar Astekita.

Pengalihan Jalur Pendakian

Dampak dari peristiwa ini, BTNGR memperluas kebijakan penutupan sementara jalur wisata pendakian. Setelah sebelumnya mengisolasi Jalur Torean, BTNGR resmi menutup Jalur Wisata Pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara mulai Sabtu (26/9/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bagi pendaki yang telah memiliki tiket elektronik (e-ticket) pintu masuk Senaru, pengelola memberikan opsi penyesuaian jadwal (reschedule) atau pengalihan pintu masuk dan keluar melalui Jalur Pendakian Sembalun. Sementara itu, pendaki yang saat ini masih berada di atas pegunungan dan semula berencana turun lewat Senaru atau Torean diinstruksikan oleh petugas di lapangan untuk dialihkan sepenuhnya keluar melalui Jalur Sembalun.

Pihak BTNGR mengimbau seluruh pelaku jasa wisata dan pengunjung untuk mematuhi aturan penutupan, tidak mendekati area pemadaman, serta ketat melarang penggunaan api dalam bentuk apa pun di sekitar kawasan konservasi Rinjani.

Langkah Penanganan Lapangan:

  1. Penyiapan tim mop-up dan penyisiran sisa bara api di sektor Bukit Setampol.
  2. Pergeseran regu pemadam Manggala Agni dan MPA menuju lereng utara Puncak Sangkareang via Pos 2 Senaru.
  3. Penyusunan peta definitif area terdampak karhutla berbasis verifikasi drone dan citra satelit.
  4. Penjagaan dan penyekatan pintu masuk Jalur Senaru dan Torean oleh petugas pos.(ris/r)
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI