Mataram (globalfmlombok.com)-
Pemerintah Provinsi menegaskan komitmennya menyelaraskan program prioritas nasional dengan program prioritas daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Sinkronisasi ini diarahkan untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur, memperluas lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta mengembangkan industri kreatif dan agromaritim berbasis sentra produksi melalui peran aktif koperasi.
Berdasarkan dokumen sinkronisasi program, salah satu kegiatan yang memperoleh alokasi anggaran adalah Program Pengelolaan Mineral dan Batubara yang dilaksanakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Program tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp 1.103.677.400, seluruhnya bersumber dari belanja operasi, tanpa alokasi belanja modal, belanja tidak terduga, maupun transfer.
Sementara itu, sejumlah program di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tercatat belum mendapatkan alokasi anggaran dalam RAPBD 2026. Program tersebut meliputi Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Pemanfaatan dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata, yang seluruhnya berada di bawah koordinasi Dinas Pariwisata.
Di sisi lain, Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi pada Dinas Pariwisata tetap memperoleh porsi anggaran signifikan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 14,7 miliar, terdiri atas belanja operasi sebesar Rp 14,47 miliar dan belanja modal Rp 232,26 juta.
Pemerintah daerah menilai sinkronisasi ini penting untuk memastikan efektivitas perencanaan pembangunan, sekaligus menjaga agar kebijakan anggaran daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional pada 2026, khususnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.(ris/r)


