Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 991 personel gabungan akan diturunkan untuk mengamankan perayaan Lebaran Topat 2026 yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026). Selain itu, Polresta Mataram juga akan memberlakukan penyekatan lalu lintas di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemacetan.
Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Muhamad Puteh Rinaldi, Kamis (26/3/2026), mengatakan dari total personel tersebut, sebanyak 475 orang berasal dari Polresta Mataram.
Selain itu, terdapat bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari sejumlah satuan, di antaranya Sat Brimob dan Dit Samapta masing-masing 93 personel, Dit Lantas 44 personel, Dit Polair 24 personel, Dit Binmas 26 personel, Bid Propam 15 personel, serta Biddokkes 14 personel.
Pengamanan juga melibatkan instansi terkait dari Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Basarnas menurunkan 24 personel, sementara Satpol PP dari Kota Mataram dan Lombok Barat masing-masing 30 personel.
“Sebagian wilayah Lombok Barat seperti Lingsar dan Narmada masuk dalam wilayah hukum Polresta Mataram,” ujarnya.
Dari Dinas Perhubungan Kota Mataram disiagakan 40 personel, sedangkan Dishub Lombok Barat mengerahkan 28 personel. BPBD serta Dinas Kesehatan dari masing-masing daerah juga dilibatkan dengan menyiapkan 30 personel.
Untuk mendukung kelancaran perayaan, Polresta Mataram akan memberlakukan penyekatan lalu lintas pada pukul 15.00 Wita hingga 17.00 Wita di sejumlah titik strategis. Di antaranya Bundaran Metro, Simpang Empat Dasan Cermen, Simpang Empat Gunungsari, dan Simpang Tiga Batu Ringgit.
“Pada titik tersebut, arus kendaraan akan dialihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Gajah Mada, arah Cakranegara dan Gerung, serta wilayah Kekait dan Mambalan,” jelasnya.
Penyekatan juga dilakukan di kawasan Ampenan, Kebon Roek hingga Ireng-Meninting. Kendaraan dari arah tersebut akan dialihkan ke Jalan Koperasi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Adi Sucipto hingga Jalan Ireng guna menghindari penumpukan arus di jalur utama.
Meski demikian, pengecualian diberikan bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah Senggigi dengan penyesuaian di lapangan.
Puteh menegaskan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di lokasi perayaan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
Pihaknya juga akan menindak kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang karena tidak memenuhi standar keselamatan. Kendaraan seperti pick up dan dump truck yang membawa orang akan dihentikan dan diminta putar balik.
“Kendaraan bak terbuka sangat berbahaya jika terjadi kecelakaan,” pungkasnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 991 Personel Gabungan Amankan Perayaan Lebaran Topat 2026 “


