Mataram (globalfmlombok.com) – Selama periode angkutan mudik Lebaran 2026, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat realisasi penerbangan tambahan (extra flight) berjalan sesuai rencana. Dari total pengajuan maskapai, sebagian besar penerbangan telah terlaksana.
Plt Branch Communication & CSR Department Head BIZAM, Hidya Putri Ramadhina menyampaikan, hingga Kamis (26/3/2026), total extra flight mencapai 39 penerbangan, dengan 36 di antaranya telah terealisasi sesuai jadwal.
“Dari total extra flight yang diajukan maskapai, sebagian besar berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan akumulasi selama periode Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran yang berlangsung sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, pihak bandara terus memantau pengajuan serta realisasi penerbangan tambahan dari maskapai.
Menurutnya, jumlah extra flight masih berpotensi bertambah hingga akhir masa posko. Salah satunya dari Lion Group yang mengajukan 12 penerbangan tambahan, namun baru terealisasi 10 penerbangan.
“Masih ada kemungkinan bertambah. Maskapai masih dapat mengajukan tambahan hingga 30 Maret, dan kami terus melakukan pembaruan setiap hari,” jelasnya.
Sejauh ini, realisasi penerbangan tambahan berjalan seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara selama musim mudik. Puncak arus penerbangan diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026 atau H+7 Lebaran, dengan potensi lonjakan penumpang tertinggi.
“Kami masih sangat siaga untuk menghadapi puncak arus balik,” katanya.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia secara resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H/2026 M di BIZAM yang beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti otoritas bandara, TNI, Polri, hingga instansi terkait lainnya.
Pembentukan posko tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026, guna memastikan kelancaran operasional penerbangan selama masa angkutan Lebaran.
Selama periode ini, operasional bandara mengedepankan prinsip 3S + 1C, yakni Safety, Security, Service, dan Compliance, untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan pengguna jasa. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 36 Penerbangan di Bandara Lombok Sudah Terealisasi Selama Periode Mudik 2026 “


