BerandaBerandaKebakaran Lahan TN Gunung Rinjani Capai 723 Hektare, Angin Kencang Menyulitkan Pemadaman

Kebakaran Lahan TN Gunung Rinjani Capai 723 Hektare, Angin Kencang Menyulitkan Pemadaman

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) diperkirakan telah meluas hingga mencakup areal seluas sekitar 723 hektare per Jumat (25/9/2026). Upaya pemadaman oleh tim gabungan hingga kini masih membentur sejumlah kendala berat di lapangan, terutama tiupan angin kencang yang membuat kobaran api cepat bergerak meluas.

Kasubag Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengungkapkan bahwa kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada 22 September 2026 di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang, dan sekitarnya (Resor Torean, SPTN Wilayah 1) tersebut berada di medan yang terjal serta sulit dijangkau.

“Upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Angin yang bertiup sangat kencang menyebabkan api dapat bergerak dan meluas dengan cepat,” kata Astekita.

Selain faktor cuaca, jenis vegetasi seperti savana pegunungan, semak belukar, hutan pinus, dan dedaunan kering berada dalam kondisi sangat kering sehingga sangat mudah terbakar. Akses lokasi yang jauh dan berbukit juga menyulitkan mobilisasi personel, peralatan, hingga pasokan logistik.

Meskipun demikian, angka dampak kerusakan seluas ±723,7 hektare tersebut masih merupakan estimasi sementara. Evaluasi dan verifikasi batas areal terdampak terus diperbarui melalui pemantauan lapangan serta dokumentasi udara menggunakan drone.

Puluhan Personel Gabungan Dikerahkan

Untuk menanggulangi pergerakan api, penanganan kini diperkuat oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur. Tercatat puluhan personel diterjunkan ke titik-titik strategis, terdiri dari Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, Manggala Agni (14 personel), Masyarakat Peduli Api/MPA (26 personel), TNI, Polri/Brimob (7 personel), serta 8 orang porter warga lokal.

Perkembangan penanganan pada Jumat (25/9/2026) menunjukkan sebagian titik api di Bukit Setampol sisi timur berhasil dipadamkan dan telah melewati proses penyisiran (mop-up) untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi (smouldering). Kendati demikian, api di lokasi lain masih terpantau bergerak menuju Puncak Sangkareang dan wilayah sekitarnya. Tambahan pasukan dari Brimob Polda NTB pun telah bergerak membawa logistik dan peralatan melalui akses Setampol.

Petugas patroli juga dikerahkan menuju Jalur Pendakian Senaru sejak pagi hari untuk mengantisipasi potensi penyebaran api ke arah jalur tersebut.

Jalur Pendakian Torean Ditutup Sementara

Demi menjamin keselamatan pengunjung serta mengoptimalkan proses pemadaman, Balai TNGR memutuskan untuk tetap menutup sementara Jalur Pendakian Torean.

Para pendaki yang saat ini berada di kawasan Danau Segara Anak diimbau keras tidak menggunakan Jalur Torean dan diarahkan melewati jalur pendakian lain yang dinyatakan aman sesuai arahan petugas. Masyarakat maupun pengunjung diimbau untuk tidak mendekati area kebakaran dan menghindari tindakan apa pun yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI