Taliwang (globalfmlombok.com) —
Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Malayoan, seorang nelayan lansia asal Dusun Sekatek, Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, yang dilaporkan hilang saat melaut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (24/5) di perairan Pantai Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat.
Korban diketahui pergi melaut seorang diri menggunakan sampan pada Kamis 21 Mei lalu. Sampan miliknya ditemukan terombang-ambing di perairan Pulau Bungin keesokan harinya, yang kemudian memicu dimulainya operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Pada hari Minggu (24/5/2026) pagi, tim SAR gabungan yang tengah melakukan pencarian menerima laporan ada sesosok jenazah ditemukan mengambang di perairan Pantai Kertasari, Sumbawa Barat. Informasi tersebut langsung direspons oleh tim SAR dan segera menuju lokasi penemuan.
Proses evakuasi dilakukan oleh anggota DitPolairud Polda NTB Pos Benete, Pos AL Benete, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat, nelayan setempat dan unsur terkait lainnya. Korban kemudian dievakuasi melalui Pantai Labuhan Lalar dan langsung dibawa ke RSUD As-Syifa, Kabupaten Sumbawa Barat, untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan tersebut adalah benar nelayan yang dicari dari Pulau Bungin.
“Setelah menunggu konfirmasi dari pihak keluarga, benar bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang dicari sejak hari Jumat kemarin. Korban terseret arus hingga ke Pantai Kertasari, dengan jarak penemuan sekitar 23,15 nautical mile (mil laut) ke arah barat daya dari titik penemuan sampan miliknya,” ujar Kurais.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR yang melibatkan Pos SAR Sumbawa, BPBD Sumbawa, Babinsa, Bhabinkamtibmas Bungin, DitPolairud Polda NTB Pos Benete, Polairud Polres Sumbawa, Pos AL Benete, BPBD Sumbawa Barat, Damkarmat Sumbawa Barat, warga, nelayan setempat serta pihak terkait lainnya resmi dinyatakan ditutup.(r)


