BerandaBerandaKementerian Komdigi Dorong Pemda Implementasi Program Kampung Internet

Kementerian Komdigi Dorong Pemda Implementasi Program Kampung Internet

Praya (globalfmlombok.com) – Program Kampung Internet menjadi salah satu program unggulan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam upaya memperluas dan memperkuat cakupan layanan internet di Indonesia. Hanya saja, keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam upaya optimalisasi capaian program.

Kementerian Komdigi pun mendorong pemerintah daerah untuk bisa mempercepat pencapaian target program. Dengan ikut mengimplementasi program Kampung Internet tersebut menjadi kebijakan di daerah masing-masing. Termasuk Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang mulai tahun 2025 lalu menjadi lokasi implementasi program kampong internet.

Harapan tersebut disampaikan Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Mulyadi, kepada Suara NTB, di sela-sela kegiatan kunjungan jurnalis Kampung Internet di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan program Kampung Internet sudah berjalan di sejumlah daerah. Dengan sasaran wilayah yang belum terlayani jaringan fiber optik. Di NTB program tersebut sudah berjalan di empat desa, yakni Desa Setanggor, Desa Aik Bual serta Desa Kuta, Loteng ditambah Desa Jeruk Manis Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan total ratusan penerima manfaat.

“Secara nasional saat ini total ada 1.280 titik atau penerima manfaat,” sebutnya seraya menjelaskan program kampung Internet merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Komdigi untuk memperluas cakupan layanan internet berbasis fiber optik guna menghadirkan layanan internet yang jauh lebih andal dan stabil dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan layanan internet mobile.

Dalam program tersebut penerima manfaat mendapatkan stimulus berupa iuran bulanan internet yang diberikan selama 6 bulan sampai 1 tahun. Tapi tidak diberikan secara langsung kepada penerima program. Melainkan kepada provider layanan internet. Supaya pihak provider mau membuka layanan internet fiber optik di wilayah sasaran.

Sejauh ini program tersebut cukup dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat, karena sangat membantu di banyak sisi. Misalnya, para pelaku usaha itu sekarang memanfaatkan jaringan internet yang ada untuk keperluan produktif. Mulai dari untuk jual beli online hingga pemasaran produk secara digital.

Pada bidang kesehatan dan pendidikan, layanan internet dari program Kampung internet tersebut sudah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar hingga layanan kesehatan secara digital. “Pemerintah desa juga memanfaatkan layanan internet untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Jadi manfaatnya sangat besar dirasakan,” imbuhnya.

Tahun 2026 ini Kementerian Komdigi masih akan melanjutkan program tersebut di beberapa provinsi lagi. Di antaranya Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Maluku Utara (Malut), NTT serta Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan target sasaran sebanyak 1.000 titik atau penerima manfaatnya guna melengkapi penerima manfaat dari tahun sebelumnya.

“Target kita tahun ini program kampong internet bisa dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 2.280 peneriman manfaat. Dengan fokus sasaran pelaku usaha kecil menengah, pelakua wisata, fasilitas kesehatan, pendidikan dan fasilitas layanan umum lainnya,” tandasnya. (kir)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI