Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan berangkat ke Jepang dan Malaysia. Pinjaman ini akan melalui Bank NTB Syariah dengan kisaran kredit Rp40-80 juta bagi PMI tujuan Jepang, dan Rp6-10 juta untuk PMI tujuan Malaysia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. H. Aidy Furqan mengatakan Bank NTB Syariah menyediakan kredit maksimal Rp100 juta bagi PMI. Namun, di tahap awal Pemprov memilih kurang dari nominal tersebut.
“Biar kita tahu plus minusnya. Jadi kita ambil standar itu,” ujarnya, kemarin.
Saat ini, NTB menyiapkan sekitar 2.000 kuota magang secara bertahap ke Jepang. Di tahun 2026, sekitar 100 orang akan berangkat pada bulan Oktober mendatang. Aidy mengaku, kini telah ada sekitar 50 orang yang sedang dalam masa pelatihan.
Pengiriman tenaga magang ke Jepang juga berpotensi bertambah dari lulusan program SMK Pusat Keunggulan yang memiliki kelas bahasa Jepang. Dari sekitar 15 sekolah dengan masing-masing 10 hingga 15 siswa, terdapat sekitar 150 calon peserta yang berpeluang diberangkatkan.
Pengiriman kuota magang ini, sambung mantan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB itu dilakukan dengan dua skema. Pertama, bagi yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang level menengah atau N3, akan dipilih untuk melanjutkan pendidikan sambil magang. Dengan kemampuan N3, PMI diperkirakan dapat memperoleh gaji berkisar antara Rp15 juta hingga Rp25 juta per bulan.
“Nah itu nanti pemerintah pusat akan menyediakan anggaran Rp300 juta per orang sampai tamat,” katanya.
Pemerintah juga memperkuat aspek sertifikasi melalui program Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP-P2) yang ditujukan bagi siswa SMK kelas akhir. Program ini memungkinkan lulusan memperoleh sertifikat kompetensi level 2, yang sebelumnya hanya tersedia pada level 1. Peningkatan level sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja internasional. “Saya upgrade dia tahun ini. Jadi bisa level 2. Dan sedang verifikasi minggu ini,” ucapnya.
Pemprov NTB Ajukan KUR untuk PMI
Pemprov NTB mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp15-20 miliar khusus untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTB. Pengajuan itu dilakukan kepada Bank NTB Syariah selaku bank daerah untuk membantu PMI membayar berbagai kebutuhan persiapan dan selama berada di negara tujuan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengaku saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan agar ajuan senilai tersebut segera disetujui. Selain KUR untuk PMI, NTB juga mendapatkan Rp30 miliar KUR khusus untuk UMKM dan koperasi. Tidak hanya itu, ada juga KUR khusus untuk peternak dengan bunga minimal tiga persen.
“Untuk buruh migran ini kita sudah mengajukan dan insya Allah kita akan dapat dalam waktu dekat ini sekitar 15-20M. Yang akan kita gunakan untuk membantu pembiayaan teman-teman yang akan penempatan ke luar negeri,” ujarnya.
Gubernur memastikan, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa tahun lalu, Bank NTB Syariah akan menyalurkan KUR di tahun ini. KUR yang disediakan oleh Bank daerah yaitu PMI, pelaku UMKM, koperasi, dan pelaku perumahan.
“Jadi sudah dapat Insyaallah, kita mulai dari kecil-kecil dulu. Bangun kredibilitas karena kemarin kan kita diblok,” katanya.
Alasan Bank NTB Syariah baru bisa menyalurkan KUR di taun ini karena pada tahun lalu, bank tersebut sempat terkena serangan siber hingga diblokir. Namun, Pemprov selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) mulai melakukan pembenahan, sehingga terbuka ruang untuk BUMD keuangan ini bisa menyalurkan KUR dan pelayanan-pelayanan lain yang memudahkan masyarakat. (era)


