BerandaBerandaPuncak Arus Balik Lebaran, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

Puncak Arus Balik Lebaran, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

Mataram (globalfmlombok.com) – Puncak arus balik libur Lebaran 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB melakukan pengamanan intensif sejak awal arus balik hingga 30 Maret 2026.

Kepala Dishub NTB, Ervan Anwar, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik rawan bencana dan kecelakaan di wilayah NTB. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dishub kabupaten/kota serta berbagai instansi terkait.

“Pastinya ada perhatian khusus terhadap titik rawan bencana maupun rawan kecelakaan. Kita juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan kabupaten/kota karena unsur yang terlibat dalam pengamanan angkutan Lebaran dari pusat sampai daerah,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Sejumlah titik yang berpotensi mengalami kemacetan di antaranya kawasan pusat perbelanjaan, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, serta Terminal Mandalika. Sementara itu, wilayah rawan bencana meliputi kawasan Pusuk di Kabupaten Lombok Utara, Sembalun di Lombok Timur, serta Nanga Tumpu di Kabupaten Dompu.

Dishub NTB juga menyiapkan posko pengamanan di sejumlah titik vital. Selain itu, pemerintah memberlakukan pembatasan operasional kendaraan besar seperti truk dan tronton, yang hanya diizinkan melintas pada pukul 00.00 hingga 06.00 Wita.

“Jika ditemukan melanggar, kendaraan akan dihentikan. Pengaturan ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus balik,” kata Ervan.

Kepadatan juga mulai terlihat di sejumlah pelabuhan di NTB, terutama di Pulau Lombok seperti Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Kayangan, yang dilaporkan telah penuh sejak H+2 Lebaran.

General Manager ASDP Kayangan, Erlisatya, menyebutkan pihaknya telah menyiapkan 24 armada kapal dengan 10 kapal yang beroperasi setiap hari, masing-masing lima dari Kayangan dan lima dari Poto Tano. Sementara itu, di Pelabuhan Lembar disiapkan sekitar 20 kapal untuk melayani penyeberangan selama arus balik.

Di sisi lain, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kepada seluruh perusahaan otobus agar tidak menaikkan tarif tiket melebihi batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, perbedaan harga tiket yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh variasi layanan bus serta mekanisme pembelian melalui pihak ketiga.

“Banyak pembeli yang tidak membeli langsung melalui perusahaan bus, tetapi melalui pihak ketiga. Di situlah potensi masalah bisa muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan di terminal saat ini diperketat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum juga akan menertibkan praktik penjualan tiket oleh oknum yang menaikkan harga di luar ketentuan, guna melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus balik Lebaran di NTB dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali.(*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Puncak Arus Balik, Titik Rawan di NTB Dapat Perhatian Khusus

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI